SLEMAN, BERNAS.ID – Kapanewon Cangkringan, Sleman memenuhi permintaan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono (HB) X untuk membuat ruang khusus bagi pengungsi yang terkonfirmasi COVID-19 di barak pengungsian. Permintaan ini disampaikan Sri Sultan saat mengunjugi barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Selasa (10/1/1/2020).
Panewu Cangkringan, Sleman, Suparmono menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan untuk membuat bilik khusus penanganan COVID-19. “Kita siapkan satu ruang kelas SD Muhammadiyah, Cepit, Glagaharjo sebagai tempat isolasi pengungsi yang terpapar COVID-19,” jelasnya, Kamis sore (12/11/2020).
?Kami sudah berembug untuk membuat bilik-bilik di satu ruangan kelas untuk penanganan COVID-19 yang memakai ruang kelas SD Muhammadiyah Cepit. Lokasinya di bawah barak pengungsian,? imbuhnya.
Suparmono menjelaskan ruang kelas itu akan disekat 4-6 bilik seperti halnya di barak pengungsian. “Untuk pembuatan biliknya direncanakan akan dimulai hari ini Kamis (12/11/2020) meski secara umum untuk kondisi kesehatan para pengungsi dalam keadaan sehat,” tuturnya.
?Tim kesehatan setiap hari sudah melakukan pengecekan sehingga jika ada yang sakit, segera ditangani secepatnya,? katanya.
Mengenai rencana rapid tes COVID-19 bagi pengungsi, Suparmono menyebut sampai sekarang belum ada pembahasan sehingga belum bisa memberikan keterangan.
Jumlah pengungsi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman hingga Rabu (11/11/2020) tercatat ada 196 orang atau masih sama dengan Selasa (10/12/2020). (jat)

