Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Kokohkan Nasionalisme Kebangsaan, Fraksi PKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa

Oleh: Redaksi Bernas•24 September 2020
Kokohkan Nasionalisme Kebangsaan, Fraksi PKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Kokohkan Nasionalisme Kebangsaan, Fraksi PKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa..."

🗓️ Dipublikasikan pada 24 September 2020.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita politik terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Tak henti melakukan terobosan kreatif dalam rangka menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme generasi bangsa, Fraksi PKS DPR akan menyelenggarakan lomba pidato biografi tokoh-tokoh bangsa. Lima tokoh bangsa yang dipilih kali ini adalah KH Hasyim Asy'ari (Pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), Bung Karno, Bung Hatta dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. 

Launching Lomba dilaksanakan hari ini Jumat (25/9/2020) melalui zoominari menghadirkan sejumlah narasumber baik dari internal maupun eksternal PKS antara lain Salim Segaf Aljufri (Ketua MS PKS), Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Jazuli Juwaini (Ketua Fraksi PKS DPR), Miftahurrahim Syarkun (Pusat Studi Pemikiran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari) dan Abdul Mu'ti (Sekum PP Muhammadiyah), periode lomba 25 September hingga 27 Oktober 2020.

Menurut Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, lomba ini dilaksanakan agar generasi bangsa makin mengenal, mengetahui dan meneladani tokoh-tokoh bangsa yang berkontribusi dalam menghadirkan Indonesia merdeka yang teladannya mewarnai corak dan karakter kebangsaan Indonesia.

“Fraksi PKS ingin agar generasi bangsa tidak tuna sejarah dan tidak melupakan sejarah (jas merah) yang di dalamnya juga sangat kuat peran ulama (jas hijau). Maka diperlukan metoda pembelajaran, pendidikan, bahkan kampanye publik yang kreatif agar mereka tertarik mempelajari hingga meneladani para tokoh bangsa,” terang Jazuli.

Apa yang Fraksi PKS lakukan selama ini, lanjut Anggota Komisi I DPR, adalah upaya untuk menumbuhkan literasi sejarah dengan fokus utama agar generasi bangsa memiliki kesadaran sejarah dan warisan tokoh-tokoh besar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sehingga bukan saja paham sejarah tapi juga mengerti bagaimana harus bersikap dalam menjaga ke-Indonesiaan. 

“Indonesia ini dibangun dengan pemikiran dan gagasan yang besar dari para tokoh bangsa.

Ada tokoh ummat yang sangat kuat khidmatnya seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan hingga melahirkan ormas Islam terbesar NU dan Muhammadiyah yang membimbing umat Islam sebagai mayoritas di negeri ini agar memiliki karakter rahmatan lil alamin dengan paham keagamaan yang moderat (washatiyah) dan berkemajuan,” ungkapnya.

Fraksi PKS juga ingin publik lebih mengenal Panglima Besar Jenderal Sudirman pemimpin perang gerilya zaman revolusi fisik, panglima besar pertama Tentara Keamanan Rakyat (cikal bakal TNI) yang berangkat dari rakyat biasa, sangat aktif di pergerakan Muhammadiyah sejak muda, dan terkenal sangat taat beragama (relijius). Karakter ini yang menurut Jazuli mampu meningkatkan ghirah perlawanan penjajahan yang kuat pada pasukan TKR masa itu. 

“Tentu tidak ketinggalan peran dan kiprah proklamator Bung Karno dan Bung Hatta sebagai presiden dan wapres pertama dan peletak dasar pembangunan Indonesia merdeka. Sosok Bung Karno yang heroik dan Bung Hatta yang konseptual dan sederhana menjadi kombinasi pemimpin teladan dari setiap generasi,” simpul Jazuli. 

Ke depan, menurut Jazuli Juwaini, Fraksi PKS akan terus mensyiarkan peran dan kiprah tokoh-tokoh bangsa lainnya agar bangsa Indonesia makin memahami dan meneladani pikiran, gagasan, dan sikap hidup yang menjadi pondasi bagi kebangsaan dan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Aljufri, dalam arahannya sebelum membuka acara secara resmi mengatakan bahwa tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam lomba ini berangkat dari latar belakang yang berbeda, suku yang berbeda, dan ruang pengabdian berbeda.

Namun mereka semua memiliki kesamaan yaitu perjuangan dan khidmatnya kepada Indonesia tanpa sedikitpun ada pamrih. Inilah yang harus diteladani oleh bangsa Indonesia apalagi dalam kondisi wabah covid-19 saat ini. 

Lebih lanjut narasumber yang hadir mengapresiasi inisiatif Fraksi PKS dan menegaskan betapa tokoh-tokoh bangsa yang ditampilkan memiliki kapasitas yang luas bahkan diakui oleh dunia, sehingga tokoh-tokoh itu bukan hanya milik golongan tertentu tapi milik seluruh rakyat Indonesia bahkan dunia. Maka tepat sekali Fraksi PKS mensyiarkan agar seluruh rakyat Indonesia lebih mengenal, memahami, dan meneladani tokoh-tokoh kebanggaan bangsa Indonesia tersebut. (cdr)

 

 

 

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Kokohkan Nasionalisme Kebangsaan, Fraksi PKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa?

Kokohkan Nasionalisme Kebangsaan, Fraksi PKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Kokohkan Nasionalisme Kebangsaan, Fraksi PKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.