Bernas.id – Generasi Z atau Gen Z juga dikenal sebagai Zoomer. Menurut Wikipedia adalah kohort demografis yang menggantikan Generasi Millenial dan mendahului Generasi Alpha. Para peneliti dan media populer menggunakan pertengahan hingga akhir 1990-an sebagai tahun kelahiran awal dan awal 2010 sebagai tahun kelahiran berakhir.
Ada sumber lain yang menyebutkan Generasi Z adalah orang-orang yang lahir di rentang tahun kelahiran 1995-2010.
Generasi Z identik dengan menggunakan teknologi digital sejak usia muda, dan merasa nyaman dengan internet dan media sosial.
Sementara industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam tekonologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Sekilas Generasi Z dan Industri 4.0 sangat erat kaitannya.
Generasi Z memegang penuh transformasi Industri 4.0 sebagai pelaku di era tersebut guna menciptakan Masyarakat 5.0 atau Society 5.0.
Masyarakat 5.0 merupakan suatu konsep pada masyarakat yang berbasis teknologi dalam menyeimbangkan perkembangan kemajuan ekonomi dan permasalahan sosial dengan sistem yang mengintegrasikan dunia maya dan fisik.
Dengan kata lain masyarakat yang mampu memanfaatkan teknologi di era revolusi Industri 4.0 dalam masalah sosial. Berikut kiat-kiat yang harus dipersiapkan oleh Generasi Z dalam menghadapi era Industri 4.0:
1. Literasi Digital
Menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Informasi Indonesia (APJII) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 143,26 juta jiwa penduduk Indonesia yang menggunakan internet.
Jumlah di atas dipastikan meningkat di tahun selanjutnya hingga saat ini.
Hal ini membuktikan bahwa budaya internet walker sudah menjadi budaya di Indonesia, terutama bagi anak muda.
Oleh karena itu pengguna internet harus menguasai literasi digital untuk menghindari hal negatif yang disebabkan oleh kecanggihan teknologi tersebut.
Sebagai pengguna internet yang bijak, harus menghindari hal yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain, berita hoax yang berpotensi menjadi tindak kriminalitas.
Jika dilanggar bisa dikenakan KUHP Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Selain harus mengetahui hal atau tindakan yang tidak diperbolehkan dalam menggunakan internet, Generasi Z juga harus mengetahui benefit dari kecanggihan teknologi ini. Banyak kegiatan sosial yang bisa dilakukan di dunia digital, terutama media sosial.
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
Namun, dalam memanfaatkannya harus tetap mematuhi etika yang berlaku. Jangan sampai melakukan hal yang Anda kira menguntungkan justru akan menjerumuskan!
2. Soft Skill
Untuk menjalankan kecanggihan teknologi tentunya membutuhkan keahlian khusus atau soft skill.
Dalam hal ini yang dimaksud soft skill yaitu mencakup karakter inti seperti kreativitas, imajinasi, intuisi.
Juga tak kalah penting adalah skill komputerisasi dan teknologi.
Untuk mengembangkan skill atau potensi ini dibutuhkan sebuah lingkungan atau prasarana dan ilmu yang memadai.
Seperti halnya Universitas Mahakarya Asia yang memiliki program studi Teknologi Informatika. Dengan belajar di jurusan tersebut, akan menyiapkan generasi Z dalam menghadapi era Industri 4.0.
3. Menangkap Peluang
Inilah yang penting tentang bagaimana sebagai pelaku era Industri 4.0 mampu survive dan berkembang dan tetap mengikuti zaman?
Sebagai generasi Z dituntut mampu menangkap peluang dari kecanggihan teknologi yang mampu menggerakkan ekonomi.
Universitas Mahakarya Asia akan membantu seluruh mahasiswa untuk menangkap peluang tersebut dengan menjadi pengusaha digital atau startup.
Dengan bimbingan dari mentor yang sudah berpengalaman akan memudahkan mahasiswa menangkap peluang tersebut.
Maukah kamu menjadi salah satu Generasi Z yang sukses sejak menjadi mahasiswa?
Segera daftarkan dirimu di Universitas Mahakarya Asia dan raihkan kesuksesanmu dari sana!
Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 2 Oktober 2026. Pembahasan mengenai kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi Era Industri 4.0 tetap relevan bagi pembaca hari ini, terutama Generasi Z yang sedang menyiapkan diri di dunia kerja.
Perkembangan teknologi yang terus berlangsung membuat penguasaan keterampilan adaptif menjadi kebutuhan berkelanjutan, bukan sekadar tren sesaat. Karena itu, artikel ini layak dibaca kapan saja sebagai bahan refleksi dan perencanaan pengembangan diri.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Gawat! Jika Tidak Memiliki Kemampuan Ini untuk Menghadapi Era Industri 4.0?
Bernas id Generasi Z atau Gen Z juga dikenal sebagai Zoomer Menurut Wikipedia adalah kohort demografis yang menggantikan Generasi Millenial dan mendahului...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




