Bernas.id – Jika mendengar kata disiplin, maka yang terlintas dalam benak adalah gambaran saat dihukum atau ditegur setelah menemukan kesalahan. Disiplin gaya lama yang mengarah ke pemberian hukuman dan penghargaan, ternyata tidak bisa diterapkan dengan mudah selama pembelajaran jarak jauh di masa belajar di rumah. Disiplin positif lebih pas untuk diterapkan.
Namun, seringkali kita belum bisa membedakan disiplin gaya lama dengan disiplin positif. Simak perbedaannya dalam petunjuk berikut.
Jika dikaitkan dengan waktu yang tepat mengajarkan perilaku baik, maka disiplin gaya lama akan menunggu anak melakukan kesalahan baru meluruskan. Sehingga hanya cenderung merespon perilaku buru.
Sementara, disiplin positif berarti membangun hubungan baik yang saling mengerti, melalui pembiasaan baik, kesepakatan dan contoh yang bisa dilihat oleh anak-anak.
Kemudian, pada disiplin gaya lama, anak akan berperilaku baik jika orangtua bisa mengontrol perilaku anak. Dalam hal ini, orangtua tidak memiliki kepercayaan bahwa anak bisa mengontrol emosinya, sehingga kontrol sepenuhnya ada pada orangtua. Sementara pada disiplin positif, anak belajar menguasai kompetensi sosial emosi, bisa mengontrol diri, merasa terkoneksi, dan memiliki peran.
Pada disiplin pola lama, cara yang paling tepat dilakukan adalah melalui hadiah atau hukuman.
Biasanya cepat dan efektif dalam membuat anak mau bergerak, Namun, ketika hadiah atau penghargaan tersebut tidak ada, maka anak tidak mau lagi melakukannya.
Dan terus menuntut hadiah jika melakukan sesuatu.
Sementara, yang seharusnya dilakukan adalah menumbuhkan empati, rasa percaya, memecahkan masalah bersama secara baik, lembut tapi tegas.
Dengan memberikan rasa percaya dan kesepakatan penyelesaian masalah bersama, kita menanamkan dalam diri pada anak untuk terus melakukan pembiasaan perilaku baik tersebut meskipun tanpa hadiah.
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
Saat anak menunjukkan perilaku yang kurang baik, maka disiplin pola lama akan meminta anak untuk time out yang negatif. Anak akan diminta untuk berdiri di pojok atau masuk ke kamar menyendiri sebagai hukuman. Sementara, pada disiplin positif akan berfokus pada membangun koneksi sebelum melakukan koreksi, serta selalu fokus pada solusi, dan tindak lanjut.
Ketika anak berperilaku kurang baik, selidiki terlebih dahulu alasannya lalu fokus terhadap apa yang bisa diperbaiki ke depannya.
Perilaku kurang baik yang ditimbulkan bisa jadi karena orang tua terlalu sibuk sehingga anak mencari perhatian.
Saat anak merusak barang, misalnya, maka disiplin pola lama akan menyingkirkan anak dari keluarga atau temannya kemudian memberi hukuman. Sementara, disiplin positif akan memastikan terlebih dahulu keamanan dan perasaan anak, setelah itu dilanjutkan dengan rencana perbaikan.
Contohnya ketika anak memecahkan piring, hal pertama yang kita lakukan adalah memastikan anak aman dari pecahan piring dan tanya perasaannya.
Setelah anak tenang, kita bisa membahas mengapa hal tersebut terjadi, dan bagaimana mencegah hal tersebut terjadi lagi di masa mendatang.
Dengan disiplin positif yang mulai dibangun selama belajar di rumah, maka setiap anak akan bergerak untuk disiplin dan bisa memikirkan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan. Dengan memahami disiplin dan konsekuensi, akan mengantarkan anak bisa hidup lebih sukses di masa depan.
Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 3 Oktober 2026.
Pendekatan disiplin positif dalam mendampingi anak belajar di rumah merupakan topik yang senantiasa relevan bagi orang tua dan pendidik. Memahami perbedaannya dengan disiplin gaya lama membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan mendukung tumbuh kembang anak. Prinsip ini dapat diterapkan kapan saja, tidak bergantung pada momen atau kebijakan tertentu.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Bagaimana Memastikan Disiplin Positif Sudah Diterapkan Selama Belajar di Rumah? Ini Bedanya dengan Disiplin Gaya Lama?
Bernas id Jika mendengar kata disiplin maka yang terlintas dalam benak adalah gambaran saat dihukum atau ditegur setelah menemukan kesalahan Disiplin gaya lama...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.



