Bernas.id ? Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung dengan khidmat dan lancar. Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Halaman Istana Kepresidenan Yogyakarta, Jumat 17 Agustus 2018.
Tepat pukul sepuluh pagi, sirine terdengar berbunyi keras untuk memperingati detik-detik pembacaan teks proklamasi.
Sebagai pembaca teks proklamasi, Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksono. Letkol Pnb Indra Alexander Yosep Lessy bertindak sebagai komandan upacara.
Setelah itu, dilakukan pengibaran bendera sang Saka Merah Putih oleh kelompok Paskibraka. Aubade lagu-lagu kebangsaan seperti Hari Merdeka, Indonesia Bersatu, lagu rangkaian tembang Nusantara, dan lagu Syukur menggema di halaman Istana Kepresidenan Yogyakarta.
Salah seorang veteran perang yang dulu pernah ikut berjuang merebut Timor-timor sekitar tahun 75, Mayor Jenderal TNI (Purn) Bachrul Ulum menjelaskan tentang makna kemerdekaan yang dicapai dengan perjuangan karena penjajahan itu sangat menyengsarakan. ?Kemerdekaan yang dicapai oleh bangsa Indonesia itu dengan perjuangan.
Perjuangan para pahlawan, para pendahulu kita, veteran yang tersebar di seluruh makam pahlawan di di Indonesia.
Saat itu, bekal perlengkapannya sangat minim, malah boleh dikatakan angkut-angkut dengan bambu runcing. Bambu runcing sering dipakai sebagai alat perjuangan,? ujarnya.
?Jadi, yang paling penting itu, mereka mempunyai semangat juang yang luar biasa, tanpa pamrih.
Loyal hanya kepada satu, merdeka atau mati kepada negara yang waktu itu akan kita dirikan.
Biar pun sudah diproklamasikan tahun 45, kenyataannya Indonesia dulu masih dikuasai Inggris, Jepang, Belanda. Ada semangat juang, semangat tidak mau dijajah,?
imbuh Ketua LVRI DPD DIY ini.
Dikatakan Bachrul, semangat yang harus diambil generasi muda sekarang adalah semangat juang tidak mengenal meneyrah, tanpa pamrih, rela berkorban, kemudian istilahnya kesetiakawanan. ?Yang paling penting patriotisme, patriotisme mereka itu luar biasa, hanya satu merdeka atau mati.
Generasi muda sekarang senjatanya bukan bambu runcing, senjatanya ilmu, kepandaian, kecerdasan, kecerdikan dengan peralatan yang sangat modern.
Yang paling penting semangat juang untuk melanjutkan kemerdekaan.
Generasi muda sekarang mewarisi negara ini, penerus generasi yang sekarang harus membela kemerdekaan di bidangnya masing-masing, profesinya masing-masing,? paparnya.
Sementara itu, Roy Suryo, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat yang tampak hadir dalam upacara peringatan HUT RI ke-73 mengatakan usia Republik Indonesia yang ke-73 memiliki banyak perkembangan yang terjadi. ?Kita 73 tahun itu berarti kita sudah hampir 100 tahun usia Kemerdekaan Indonesia.
Banyak sekali perkembangan yang terjadi sekarang. Kita sudah memiliki 7 presiden dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Setiap presiden pasti punya jasa dan kekurangannya.
Tugas kita mengisi ulang tahun Kemerdekaan Indonesia ke-73 dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan zamannya,? tuturnya.
?Saya sengaja memilih peringatan 73 tahun ini tidak di Jakarta, tapi di Jogja karena supaya kita juga melihat bahwa pembangunan di daerah-daerah itu berlangsung dengan baik dan lancar. Saya juga lihat dan apresiasi upacara di Gedung Agung ini berlangsung dengan sangat khidmat dan agung. Karena apa, tahun lalu, saya di Jakarta upacaranya tidak sekhidmat ini malahan sekarang.
Keskaralan dari peringatan upacara hari kemerdekaan harus dikembalikan seperti ini,? katanya.
Sedangkan, Farid Jayen, Ketua Pemuda Pancasila DIY dan Ketua Pengurus Daerah Generasi Muda FKPPI DIY mengatakan peringatan Hari Kemerdekaan RI adalah momen evaluasi untuk kita bisa lebih baik ke depan, hidup bernegara dan berbangsa.
?Di momen HUT RI ke-73 di tahun 2018 ini, menjadi momen yang sangat penting karena kita tahu bahwa pada masa ini adalah masa-masa politik yang sangat rentan perpecahan bangsa. Momen ini adalah momen untuk bahwa kita adalah satu, satu warga Indonesia dan satu tujuannya untuk NKRI. Apapun prosesi politik demokrasi itu hanya sebuah proses pemilihan yang terbaik,? pungkasnya. (Jat)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Tiga Anak Bangsa Berbicara Makna Kemerdekaan di Istana Kepresidenan Yogyakarta?
Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung dengan khidmat dan lancar. Bertindak...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




