Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Penuh Sukacita Misa Malam Paskah di Gereja Santo Alfonsus Nandan

Oleh: Redaksi Bernas•30 Maret 2018
Penuh Sukacita Misa Malam Paskah di Gereja Santo Alfonsus Nandan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Misa malam Paskah diawali dengan prosesi pemberkatan api, lalu pemberkatan lilin Paskah. Setelah itu, lilin-lilin yang dibawa umat dinyalakan seluruhnya dengan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 30 Maret 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

Bernas.id – Misa malam Paskah yang diadakan di Gereja Santo Alfonsus,Nandan, Sinduadi, Mlati, Sleman,Yogyakarta, Sabtu (31/3), berjalan dengan khidmat dan lancar. Umat yang hadir tampak begitu khusyuk mengikuti ibadat yang dipimpin oleh Romo Paskalis Bayu Edvra, Pr.

Misa malam Paskah diawali dengan prosesi pemberkatan api, lalu pemberkatan lilin Paskah. Setelah itu, lilin-lilin yang dibawa umat dinyalakan seluruhnya dengan api dari lilin yang sudah diberkati itu.

Maksud dari prosesi perarakan lilin yang tampak semarak ini dengan iringan nyanyian koor yang indah adalah menyambut dan bersyukur karena Kristus telah bangkit, yang telah menebus dan menyelamatkan umat manusia.

Dalam khotbahnya, Romo Bayu mengatakan bahwa Paskah itu, yesus yang bangkit dari kematian. Paskah itu memang istimewa dan spesial karena Paskah puncak dari keselamatan kita, umat Kristiani.”Kebangkitan Yesus itulah menjadi kunci keselamatan kita semua. Kalau Yesus tidak bangkit maka para murid tidak akan percaya kepada Yesus.

Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada mereka sehingga menjadi istimewa,” ucapnya.

Romo Bayu pun menyinggung lilin Paskah yang ada tanda Alpha (awal) dan Omega (akhir). Perjalanan sejak awal penciptaan alam itu sudah menyelamatkan seperti yang diceritakan dalam bacaan-bacaan Injil malam Paskah. Tuhan itu sudah menyelamatkan manusia.

Desain alamnya itu dibuat agar manusia bisa hidup di dalamnya. Ada terang-gelap, siang-malam, darat-laut, diberikan berbagai macam tanaman dan binatang sebagai sumber kehidupan.

Lalu, Yesus Kristus sebagai anak domba yang menjadi puncak keselamatan manusia, lalu menjadi Ekaristi saat ini dalam bentuk roti dan anggur.”Lilin Paskah ini sebagai simbol terang, Yesus yang datang sebagai terang,” imbuhnya.

Prosesi Misa Malam Paskah pun dilanjutkan dengan pembaruan janji baptis untuk seluruh umat.

Sampai ritus penutup, ibadat berjalan dengan lancar dan aman. Semarak iringan koor Vocalfonsia yang menyanyikan lagu “Halleuya Handel” pun menambah sukacita malam Paskah.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram