Bernas.id – Dengan teknologi yang sudah menguasai berbagai aspek dalam kehidupan manusia, maka dalam hal guru memberikan pembelajaran di sekolah pun harus diintegrasikan dengan teknologi. Apalagi, siswa yang diajar sekarang adalah generasi digital, yang lahir dan tumbuh dengan berbagai gawai di sekelilingnya. Sehingga, semua guru dituntut untuk mengaplikasikan teknologi di dalam kelas.
Namun, ternyata tidak semua guru mau menggunakan teknologi, bahkan beberapa malah alergi dengan teknologi.
Alergi teknologi bukan hanya tidak mau memakai gawai, namun juga membatasi diri memperdalam ilmu yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi.
Bagaimana mencari tahu guru mana yang alergi teknologi dan yang tidak? Apa saja karakteristiknya?
Yuk, perhatikan sama-sama.
1. Masih memberikan teori di kelas
Guru yang masih memaparkan teori di kelas, masih mengajar dengan gaya lama, berarti guru tersebut termasuk alergi dengan teknologi. Guru yang ramah dengan teknologi adalah guru yang bisa membuat kelas lebih interaktif dan variatif.
Guru juga bisa menerapkan flipped learning, atau metode pembelajaran yang dibalik. Dulu, biasanya guru memberikan teori di sekolah dan siswa mengerjakan tugas di rumah.
Sekarang terbalik, dengan teknologi, guru bisa mengunggah video atau materi pembelajaran sebelum kelas di mulai, sehingga saat guru masuk ke kelas, siswa sudah lebih siap menerima pelajaran.
Tugas-tugas dan proyek dikerjakan di sekolah, sehingga situasi kelas menjadi aktif bereksplorasi, tidak hanya sekedar berteori.
2. Pemakaian teknologi masih konsumtif bukan produktif
Jika alergi dengan teknologi, maka guru akan memakai teknologi untuk keperluan konsumtif saja, belum produktif. Hal ini bisa dilihat dari bentuk tugas yang diberikan kepada siswa.
Bila masih berbentuk merangkum dan membuat presentasi materi saja, berarti guru belum menggali fitur-fitur dan fasilitas yang disediakan oleh teknologi sehingga siswa bisa produktif.
Produktif berarti ada produk yang dihasilkan, baik berupa hasil karya tulis ilmiah, karya seni, karya tulis sastra, dan karya kreatif lainnya.
3. Guru melihat teknologi sebagai penghalang pembelajaran
Dengan adanya teknologi, siswa memang mudah terpengaruh dengan berbagai hal dan terpecah konsentrasinya.
Sehingga, banyak sekolah yang melarang untuk siswa tidak membawa gawai pintarnya ke sekolah.
Namun, menghindari teknologi sudah tidak mungkin lagi dilakukan jika ingin bertahan hidup di abad 21 ini.
Guru seharusnya mencoba melihat apa yang bisa dilakukan oleh teknologi untuk menunjang pembelajaran, sehingga siswa pun terbiasa bekerja dengan teknologi nantinya.
4.
Guru yang berhenti belajar
Guru yang alergi teknologi biasanya juga yang berhenti belajar. Merasa bahwa ilmunya sudah cukup, sehingga tidak perlu mengembangkan diri. Apalagi, yang merasa dirinya sudah uzur susah belajar.
Teknologi berkembang setiap saat, bahkan perkembangannya mengikuti kurva eksponensial.
Sehingga, tidak heran bila saat baru saja bisa satu teknologi, ada lagi teknologi lain yang muncul. Di abad 21 ini, guru dituntut untuk terus belajar dan mencoba hal baru.
Harus mau eksplorasi dan menyelam langsung, mencoba berbagai fitur teknologi yang sedang berkembang.
Ini bukan masalah umur, tetapi masalah kemauan, sejauh mana guru berkenan memaksakan diri untuk berkembang dan berkreasi dengan teknologi
Kekuatiran guru terbesar adalah jika suatu saat siswa tidak butuh guru lagi karena sudah bisa mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan di Internet. Hal ini tentunya tidak akan terjadi bila guru mau bersahabat dan tidak alergi teknologi, mau merangkul teknologi sebagai bagian dari pembelajaran.
Guru harus mau terus belajar dan mengeksplorasi potensi apa yang bisa dihasilkan dari teknologi, supaya daya saing siswa bisa berkembang dan siap menghadapi persaingan di abad 21.
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Bukan Karena Gagap Teknologi, Tetapi Guru Masih Banyak yang Alergi Teknologi?
Bernas id Dengan teknologi yang sudah menguasai berbagai aspek dalam kehidupan manusia maka dalam hal guru memberikan pembelajaran di sekolah pun harus...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




