Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Pemprov DKI Jakarta Mau Ganti Rugi Ke Pengembang Pulau Reklamasi, Uangnya Darimana?

Oleh: Redaksi Bernas•12 Januari 2018
Pemprov DKI Jakarta Mau Ganti Rugi Ke Pengembang Pulau Reklamasi, Uangnya Darimana?
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Yusril Ihza Mahendara pertanyakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno soal ganti rugi dalam pencabutan dan membatalkan penerbitan HGB di Pulau Reklamasi C,..."

🗓️ Dipublikasikan pada 12 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, Bernas.id – Pakar Hukum Tata Negara,  Yusril Ihza Mahendra melihat,  pernyataan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno soal akan ganti rugi dalam pencabutan dan membatalkan penerbitan HGB di Pulau Reklamasi C, D dan G, patut dipertanyakan. 

Yusril bertanya soal anggaran ganti terhadap pengembang bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau (BPHTB) asalnya dari mana. 

“Pemprov DKI sekarang uang dari mana. Enggak bisa Pemprov DKI hanya eksekutif terus makai uang tanpa APBD kan mustahil,” ujar Yusril melalui sambungan telepon, dalam diskusi bertajuk 'Reklamasi & Investasi, di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Menurut dia, untuk mencairkan dana sebesar itu, Anies-Sandi terlebih dahulu harus membicarakannya dengan DPRD DKI. Terlebih anggaran itu sesungguhnya tidak masuk dalam APBD tahun 2018.

“Uang rakyat itu kan jadi terbang sia-sia, siapa yang mau tanggung jawab kepada rakyat? ” tanyanya. 

Selain itu, Yusril mengungkapkan, apabila jadi mengeksekusi pulau tersebut akan dipergunakan untuk apa. 

“Terus kalau dibatalkan mau diapain pulaunya?

Mau diancurin? Itu kan jadi kemubadziran,” sambung Yusril. 

Sebelumnya,  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pun mengaku bahwa pihak pemprov paham betul akan konsekuensi yang harus mereka terima yakni membayar kerugian pengembang atas BPHTB senilai Rp 483 miliar. 
 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram