Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

3 Alasan Mengapa Ayahlah yang Bertanggung Jawab Pada Pendidikan Anak. Jangan Lupa Nomor 2!

Oleh: Redaksi Bernas•6 Januari 2018
3 Alasan Mengapa Ayahlah yang Bertanggung Jawab Pada Pendidikan Anak. Jangan Lupa Nomor 2!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Anak merupakan amanah Allah SWT kepada ayah dan ibunya Patutlah kiranya harus senantiasa dipelihara dididik dan dibina dengan sungguh sungguh agar..."

🗓️ Dipublikasikan pada 6 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

Bernas.id – Anak merupakan amanah Allah SWT kepada ayah dan ibunya. Patutlah kiranya harus senantiasa dipelihara, dididik dan dibina dengan sungguh-sungguh agar menjadi anak yang saleh. Di masyarakat kita, para ibu lebih banyak terlibat dalam pengasuhan anak dibanding ayah.

Karena merekalah yang melahirkan dan menyusui serta budaya lingkungan kita yang menganggap para ayah hanya bertugas di luar rumah.

Padahal keikutsertaan ayah dalam pengasuhan anaknya akan turut memberikan andil dan menentukan keberhasilan dan kebahagiaan anak di kemudian hari.

Berikut beberapa alasan mengapa ayah perlu turut berpartisipasi aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak-anak mereka.

1. Semua anak terlahir fitrah, namun orang tua yang menjadikannya tetap atau keluar dari fitrah

Dalam suatu hadits disebutkan bahwa,

?Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.? Hadits ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan ath-Thabarani dalam al-Mu?jamul Kabir.

Kata abawaahu pada hadits diterjemahkan sebagai kedua orang tuanya.

Akan tetapi kata ini menyiratkan peran ayah yang lebih dominan dalam menjadikan anak memiliki sifat-sifat majusi, yahudi atau nasrani.

Bukankah nasab anak selalu dikaitkan dengan ayahnya? Dengan kata lain ayah memiliki tanggung jawab besar terhadap perilaku anak.

 

2.Terdapat hak anak pada ayahnya, meliputi dicarikan ibu yang baik, nama yang baik dan diajarkan Alquran

Seorang anak punya hak untuk memiliki ibu yang salehah.

Ibu seperti inilah yang bisa membina akhlak mereka, menjaga kekuatan iman di hati mereka, membangkitkan takwa kepada Allah, serta menjaga dan memperhatikan hak-hak Allah dan manusia.

Sayyidah Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam bersabda, ?Pilihlah wanita yang tepat untuk menanm benihmu, maka nikahilah wanita-wanita yang sepadan dan hendaklah kalian menikahkan mereka.? (HR. Abu Daud).

Demikianlah kewajiban ayah mencari wanita yang akan menjadi ibu yang baik bagi anak keturunannya. Hal ini juga dikisahkan dalam kitab Tanbih Al-Ghafilin.

Suatu saat, datang seorang lelaki kepada Umar bin Khattab radhiyallahu anhu.

Orang itu mengadukan perihal kedurhakaan anaknya. Umar pun langsung menghadirkan anak dimaksud dan memperingatkan bahwa dia telah durhaka terhadap ayahnya.

Tapi kemudian si anak berkata, ?Wahai amirul mu?minin, bukankah seorang anak memiliki hak atas ayahnya?? Umar menjawab, ?Benar?.

Anak itu lalu berkata, ?Hak apakah itu, wahai amirul mu?minin?? Umar menjawab, ?Ia harus mencarikan seorang ibu yang shalehah untuknya, memberikan nama yang bagus dan mengajarkannya Alquran?.

Anak lelaki itu berkata lagi, ?Wahai amirul mu?minin, sesungguhnya ayahku tidak pernah mengerjakan satu pun dari hal-hal yang engkau sebutkan tadi. Ibuku adalah seorang keturunan Afrika yang beragama Majusi, dia memberiku satu nama yang buruk, dia juga tidak pernah mengajarkan Alquran walau satu huruf?.

Umar pun berpaling kepada sang ayah dan berkata kepadanya, ?Engkau datang kepadaku mengadukan anakmu yang durhaka, padahal engkau telah mendurhakainya sebelum dia mendurhakaimu, engkau telah berbuat keburukan keapdanya sebelum dia melakukan keburukan itu kepadamu?.

 

3.Perintah menjaga keluarga dari api neraka dibebankan kepada ayah

Dalam Surat At Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Demikian juga dalam hadits tentang pemimpin dinyatakan,

Ibn umar r.a. berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda: setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya.

Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya.

Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya.

Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya.

Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) dari hal-hal yang dipimpinnya. (buchary, muslim).

Demikianlah setiap kita adalah pemimpin, dan seorang suami akan dimintai pertanggungjawaban perihal keluarganya yaitu istri dan anak-anaknya.

Semoga Allah SWT memberikan kemampuan kepada kita untuk melaksanakan amanah yang telah diberikannya kepada kita semua. Aamiin.

Wallahu a'lam bishshawab.

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“3 Alasan Mengapa Ayahlah yang Bertanggung Jawab Pada Pendidikan Anak. Jangan Lupa Nomor 2!”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.