Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Gaya Kepemimpinan Perempuan, Kini Sebanding dengan Laki-Laki

Oleh: Redaksi Bernas•6 Januari 2018
Gaya Kepemimpinan Perempuan, Kini Sebanding dengan Laki-Laki
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Kepemimpinan perempuan kini sudah menjadi tren dalam segi kehidupan Gaya perempuan juga mampu mewarnai kepemimpinan dalam berbagai bidang yang..."

🗓️ Dipublikasikan pada 6 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita opini terbaru →

Bernas.id – Kepemimpinan perempuan, kini sudah menjadi tren dalam segi kehidupan. Gaya perempuan juga mampu mewarnai kepemimpinan dalam berbagai bidang, yang sebelumnya didominasi oleh kaum pria. Sebuah peringatan berarti bagi kaum pria, bila tidak mampu meningkatkan kualitas kepemimpinannya, maka akan kalah pamor oleh kaum perempuan.

Sederet permasalahan perempuan, mungkin saja bergeser trennya ke arah pemimpin.

Figur kepemimpinan kini, tidak hanya didominasi oleh kaum pria. Pada zaman sekrang kaum perempuan, juga sudah menjadi sosok figur pemimpin yang handal.

Telah banyak dibukti, dalam gerak, langkah dan gaya kepemimpinan dari seorang perempuan.

Kepemimpinan perempuan, bahkan sering kali menjadi tolok ukur dalam mencari asbab keterbelakangan persepsi perempuan sebagai pilihan kedua.

Persepsi gaya kepemimpinan perempuan, juga mampu memimpin dalam aspek kehidupan. Hal ini menandakan, bahwa secara kualitas, kaum lelaki dan perempuan punya hak yang sama, untuk menjadi seorang pemimpin. Kalau melihat gaya kepemimpinan perempuan, tersimpan sejumlah pertanyaan, terkait perannya sebagai ibu dari anak-anak, sekaligus seorang istri.

Sudah terdengar klasik memang oleh kita, tentang wanita karir.

Kesempatan untuk memperoleh hak yang sama dengan kaum lelaki, dirasa cukup menjadi pusat perhatian dalam kepemimpinan. Dalam Amandemen UUD Pasal 28 ditegaskan bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan persamaan kedudukan dalam hukum, pekerjaan dan memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Dengan demikian semakin jelas posisi dan kedudukan perempuan dilindungi oleh hukum positif Indonesia.

Salah satu alasan munculnya gaya tokoh perempuan, memiliki peranan signifikan terutama dalam lingkungan keluarga, kemasyarakatan dan dunia pendidikan.

Paradigma kepemimpinan, harus memiliki jiwa kemandirian, sehingga dapat berpengaruh dengan tingginya tingkat pendidikan kaum perempuan.

Apabila semakin tinggi tingkat pendidikan, maka akan semakin kritis pola berpikirnya. Dalam dimensi kepemimpinan, ternyata juga mampu mewujudkan gaya kepemimpinan sama halnya kaum laki-laki. Oleh karena itu, baik laki-laki maupun perempuan, pada dasarnya tergantung keahlian seseorang.

Laki-laki maupun perempuan, apabila dia mampu mempengaruhi dan mengkoordinir dengan baik, maka persepsinya akan baik.

Perempuan juga mampu sebagai figur pemimpin, dan penilaiannya pun bukan lagi kaum lemah.

Hal ini bisa terlihat dari perkembangan zaman dewasa ini sudah seimbang dari cara gaya memimpin dengan kaum laki-laki.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram