Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Pentingnya Membangun Komunikasi Dalam Keluarga

Oleh: Redaksi Bernas•7 Februari 2018
Pentingnya Membangun Komunikasi Dalam Keluarga
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Apakah Anda sering merasa bahwa pasangan hidutidak bisa membahagiakan diri dan anak anak Anda Apakah ia lebih mementingkan pekerjaan daripada..."

🗓️ Dipublikasikan pada 7 Februari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

Bernas.id – Apakah Anda sering merasa bahwa pasangan hidup tidak bisa membahagiakan diri dan anak-anak Anda? Apakah ia lebih mementingkan pekerjaan daripada kebutuhan keluarga? Mengapa harus ada saling curiga dan cemburu?

Jawabannya, karena Anda tidak berkomitmen untuk membangun komunikasi sejak awal pernikahan.

Kebanyakan pasangan hanya mengedepankan hak dan kewajiban sebagai suami istri atau ayah ibu. Sedangkan kendala yang dihadapi untuk menjalankan hak dan kewajiban itu tidak pernah dipikirkan apalagi dikomunikasikan. Setiap pasangan masing-masing merasa telah melaksanakan kewajibannya dan segera menuntut haknya.

Padahal untuk membentuk keluarga yang utuh dan kokoh diperlukan komunikasi antaranggota keluarga itu sendiri.

Banyak pasangan saling tertutup dan jarang berkomunikasi secara terbuka. Akibatnya sering terjadi kesalahpahaman dan timbul pertengkaran yang bisa berujung pada perceraian. Masalah rumah tangga, urusan anak-anak dan keluarga sampai pada keuangan bisa menjadi pemicu pertengkaran.

John Gottman -seorang psikolog dari University of Washington dan Founder dari Gottman Institute- menyatakan bahwa ada empat penyebab utama bencana hubungan, salah satunya adalah selalu menyetop percakapan atau menghindari diskusi.

Bentuk-bentuk komunikasi dalam keluarga sangat beragam. Anda bisa mulai dengan bertanya tentang kebutuhan pasangan Anda sebelum ia berangkat ke kantor. Kebutuhan ini tentu selain dari yang biasa Anda siapkan setiap harinya.

Jika pasangan terlambat pulang dari kantor, Anda dapat menelponnya terlebih dahulu, sambut dan tanyakan mengapa ia terlambat.

Demikian sebaliknya, jika Anda yang bekerja maka tanyakan kepada pasangan Anda bagaimana keadaannya di rumah.

Tanyakan tentang kegiatannya setelah hampir 12 jam tidak bersama Anda.

Pertanyaan ini tidak secara tiba-tiba dilontarkan ketika pasangan Anda baru pulang dari kantor.

Tapi gunakanlah waktu senggang yang memungkinkan Anda duduk bersama pasangan dan anak-anak. Sebuah pertanyaan yang ringan namun dapat memberikan efek psikologis yang luar biasa.

Karena dari pertanyaan itulah yang akan memberikan motivasi bagi Anda berdua untuk berkumpul bersama keluarga.

Jika ada perkataan dan perbuatan yang kurang enak didengar dan dirasakan, sebaiknya Anda menahan emosi dan konfirmasikan maksud dari perkataannya.

Begitupun jika Anda mendengar suatu berita yang menyangkut pasangan Anda, segeralah konfirmasi kepadanya agar tidak timbul rasa saling curiga.

Hal ini tentu tidak ditanyakan di depan anak-anak. Anda tetap harus memegang norma-norma kesopanan.

Artinya, bertanyalah dengan suara datar dan dalam kalimat yang tidak menghakimi.   

Dalam membahagiakan pasangan, tentu harus dilandasi saling memahami dan saling mengerti karakter satu sama lain. Banyak di antara suami istri yang mencoba membahagiakan pasangannya dengan caranya sendiri, tanpa harus tahu dan mengerti apa yang diinginkan dari pasangannya tersebut. Alih-alih mendapatkan pujian, justru kejemuan yang dirasakan.

Hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi. 

Anda harus mempunyai perasaan yang peka terhadap apa yang terjadi dengan pasangan Anda. Pelajari raut wajah dan mimik serta tindak tanduknya untuk mengetahui apakah pasangan Anda sedang dalam keadaan senang atau susah. Jadilah teman setia yang dapat mendengarkan segala keluh kesahnya.

Jadilah orang yang pertama kali memberikan ucapan selamat atas prestasinya di kantor. Dengan memberikan respon tersebut maka secara tidak langsung Anda telah membangun komunikasi dengan pasangan.

Sebagai orang tua pun, Anda harus tahu apa yang menjadi keinginan anak-anak Anda. Apa yang menjadi tren remaja seusia anak Anda.

Beri masukan tentang kebaikan dan keburukan dari tren yang mungkin menjamur di lingkungan sekitar. Berusahalah menjadi teman anak Anda sendiri.

Dengan begitu Anda akan lebih banyak tahu tentang dunianya dan dapat melakukan upaya preventif jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan.

Hal ini penting dilakukan untuk meniminalisir perilaku negatif yang timbul dari kurangnya komunikasi dan kehangatan dalam keluarga.

Dengan membangun komunikasi antar keluarga maka diharapkan akan menciptakan keluarga yang utuh dan kokoh sebagai benteng utama ketahanan bangsa.

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Pentingnya Membangun Komunikasi Dalam Keluarga?

Bernas id Apakah Anda sering merasa bahwa pasangan hidutidak bisa membahagiakan diri dan anak anak Anda Apakah ia lebih mementingkan pekerjaan daripada...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Pentingnya Membangun Komunikasi Dalam Keluarga”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.