JAKARTA, Bernas.id – Para pengguna jasa transportasi kereta api di pastikan dapat terus menggunakan layanan akomodasi tersebut dengan nyaman, setelah pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak akan menaikkan tariff pada tahun 2018.
Hal tersebut dikarenakan pihak Kemenhub pada tahun 2018 telah mengalokasikan Rp 2,39 triliun untuk subsidi tiket kereta api jarak jauh, sedang, dan dekat kelas ekonomi, Kereta Rel Listrik (KRL), Kereta Rel Diesel (KRD).
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Zulfikri mengatakan, keputusan tidak naiknya tiket kereta tersebut karena pemberian potongan harga (diskon) dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).
“Tarif tidak jadi dinaikkan, jadi ada diskon. Memang kenaikan signifikan untuk subsidi kereta jarak jauh,” ujar Zulfikri .
Berdasarkan data dari Kemenhub, subsidi pada kereta jarak jauh pada tahun 2018 memang meningkat dari Rp 135 miliar menjadi Rp 173 miliar. Sementara, subsidi tiket KRL menurun pada tahun 2018 dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,29 triliun.
Atas kondisi inilah Zulfikri menjelaskan nantinya harga tiket kereta api tidak akan naik, karena subsidi tahun 2018 naik 14 persen dari Rp 2,09 trilun menjadi Rp 2,39 triliun.
“Kenaikan tadi bisa membantu KAi untuk kenaikan biaya operasinya.
Biaya operasi tentu juga akan meningkat sejalan dengan inflasi,” tambahnya.

