Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Putusan Setnov Tunjuk Azis Sebagai Ketua DPR Mempermalukan Lembaga Terhormat

Oleh: Redaksi Bernas•9 Desember 2017
Putusan Setnov Tunjuk Azis Sebagai Ketua DPR Mempermalukan Lembaga Terhormat
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Setya Novanto dikabarkan telah melayangkan surat penunjukkan Azis Syamsuddin sebagai pengganti pada posisi Ketua DPR RI...."

🗓️ Dipublikasikan pada 9 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, Bernas.id – Setya Novanto dikabarkan telah melayangkan surat penunjukkan Azis Syamsuddin sebagai pengganti pada posisi Ketua DPR RI.

Langkah tersangka kasus dugaan korupsi KTP berbasis elektronik itu mendapatkan penolakan dari politisi muda partai berlambang pohon Beringin itu.

Adalah Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurniawan menolak hal itu. Baginya, surat itu malah mempermalulan Golkar dan DPR.

“Bagaimana kita bisa tidak malu lembaga tinggi negara diatur oleh orang yang berada di dalam jeruji penjara,” ujar Doli di Jakarta, Minggu (10/12/2017). 

Doli menganggap itu ilegal secara organisatoris Golkar. Oleh karena itu karena ilegal patut ditolak dan tidak diteruskan di DPR.

Menurutnya, sekarang tergantung anggota dewan terhormat di DPR. Apakah mau ikut mempermalukan lembaga di mana mereka ada di sana.

Kalau mereka meloloskan itu, saya tidak tahu bagaimana sebetulnya citra DPR di mata publik dan internasional.

“Oleh karena itu harus ada gerakan penolakan di DPR yang dimulai dari fraksi Partai Golkar,” pintanya.

Doli juga mengingatkan pada rapat pleno akhir November lalu telah diputuskan Idrus Marham sebagai pelaksana tugas Partai Golkar. 

“Jadi sekarang partai ini pemegang kendalinya siapa?

Kenapa sudah di-Plt-kan Idrus sebagai Plt Ketum, tapi tiba-tiba surat yang ditandatangani Setya Novanto dan Idrus masih berlaku?” tanyanya.

Sementara itu politisi muda lainnya, Airlangga Hartato juga menganggap miring tindakan Novanto. Ia menilai DPR adalah lembaga tinggi negara di mana semua proses dilakukan oleh partai politik dan harus dihormati. Penunjukan hanya akan membuat citra DPR kian terpuruk. 

“Nah itu harus dipertontonkan kepada publik bahwa wibawa dari pada kelembagaan ini (DPR) jangan dirotasi oleh keputusan yang sifatnya dadakan,” ingatnya.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram