Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Astaghfirullah! Menulis tentang Artis Haram?

Oleh: Redaksi Bernas•25 November 2017
Astaghfirullah! Menulis tentang Artis Haram?
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Banyak situs situs bermunculan menyediakan wadah bagi penulis untuk menuliskan gosiyang mereka dengar lihat atau mungkin belum terbukti kebenarannya..."

🗓️ Dipublikasikan pada 25 November 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

Bernas.id – Banyak situs-situs bermunculan menyediakan wadah bagi penulis untuk menuliskan gosip yang mereka dengar, lihat, atau mungkin belum terbukti kebenarannya. Namanya juga gosip. Siapa yang tahu bahwa itu benar atau tidak?

Hanya mereka sendiri yang tahu.

Beberapa situs itu seakan membuat seseorang ingin menulis di sana. Ya, media sosial artis selalu penuh dengan komentar dan like. Belum kalau lihat followers-nya.

Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021

Namun, segala perbuatan pasti ada konsekuensinya, bukan?

Itulah yang diajarkan oleh agama. Lalu, bagaimana hukum menulis konten tentang artis? Yuk disimak!

1.

Haram

Tentu saja menulis tentang artis hukumnya haram. Seperti pembicaraan yang dilakukan oleh Rasulullah dan sahabatnya berikut ini:

Dari Jabir bin Abdullah, Ahmad menceritakan: Kami pernah bersama Nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakan. Kemudian Rosulullohbersabda, ‘Tahukah kamu, bau apakah ini?

Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah (menggosip) kaum mu’minin.

Itu baru balasan di dunia. Orang yang suka menggosip akan ‘dikasih’ Allah dengan bau yang busuk. Meskipun ini perumpamaan, tetapi bukankah azab Allah itu benar?

Jangan-jangan, di neraka nanti, di mana hanya ada penyiksaan saja di sana, azab Allah lebih berat dari bau busuk dunia?

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?

 

2. Wajib

Membicarakan tentang artis bisa saja wajib hukumnya. Tidak hanya artis, membicarakan orang untuk menyelamatkannya dari bencana memiki hukum yang wajib.

Suatu keharusan jika orang tersebut membutuhkan pertolongan, lalu terpaksa menyebarkan keburukan orang lain, malah harus segera diungkapkan kedzalimannya. Sebab, itu menjadi faktor penolong bagi dirinya.

 

Memang, di dunia yang serba fitnah, tak dapat diketahui mana yang benar dan salah, harus dikembalikan pada Al-Qur’an dan hadits. Kalau diteliti lebih lanjut, membicarakan orang lain tidak ada manfaatnya buat kita.

Mereka semua tetap melanjutkan kehidupannya, sementara kita pun begitu. Patut dicatat, ada banyak jalur rezeki halal yang bisa kita ambil. Tidak harus melalui menulis gosip.

Maukah kalau pekerjaanmu tidak membawa berkah?

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram