Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Penembakan di Sebuah SD di California, 2 Orang Tewas dan 2 Siswa Kritis

Oleh: Redaksi Bernas•10 April 2017
Penembakan di Sebuah SD di California, 2 Orang Tewas dan 2 Siswa Kritis
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Dua orang dewasa, termasuk seorang guru, tewas dan dua orang siswa dalam kondisi kritis akibat penembakan di sebuah sekolah di San Bernardino, California, Senin..."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 April 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com ?Dua orang dewasa, termasuk seorang guru, tewas dan dua orang siswa dalam kondisi kritis akibat penembakan di sebuah sekolah di San Bernardino, California, Senin (10/4/2017) siang waktu setempat.

Guru yang tewas itu bernama Karen Elaine Smith. Sedangkan pelaku penembakan adalah Cedric Charles Anderson, warga City of Riverside, yang akhirnya juga tewas.

“Tersangka datang ke ruang kelas di sekolah itu untuk melihat-lihat dan tiba-tiba melepaskan tembakan,” kata kapten Ron Maass dari kepolisian San Bernardino dalam jumpa pers, seperti dilansir Daily Record, Selasa (11/4)

Monica Garcia, dari San Bernardino Unified School District, mengatakan motif penembakan itu agaknya berakar dari perselisihan domestik antara Cedric dan Karen Smith. Keduanya yang sama-sama berusia 53 tahun adalah sepasang suami isteri yang sudah pisah ranjang selama satu bulan lebih.

Selepas menembak Karen, Cedric kemudian menembak dirinya sendiri.

Jasad keduanya ditemukan polisi di ruang kelas itu.

Sementara itu, dua siswa yang tertembak dalam kondisi kritis dan langsung diterbangkan ke rumah sakit.

Polisi pertama kali menerima laporan penembakan di sekolah tersebut pada sekitar pukul 10.27.

Polisi belum mengetahui apakah sekolah tersebut memiliki alat pemindai logam untuk mendeteksi kemungkinan adanya senjata yang dibawa seseorang.

“Nampaknya senjata yang dibawa pria itu tak terdeteksi saat dia tiba di sekolah tersebut,” kata kapten Ron Maass.

Akibat penembakan tersebut, sekolah yang menampung 600 murid mulai taman kanak-kanak hingga kelas enam itu harus ditutup di saat polisi menyisir lokasi.

Foto udara memperlihatkan para murid dikumpulkan di beberapa lapangan olah raga di lingkungan sekolah di saat aparat keamanan mengevakuasi semua penghuni gedung itu.

Sementara para orangtua murid menunggu di luar gedung sekolah menanti kesempatan menjemput anak-anak mereka. 

Tag:#internasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram