HarianBernas.com ? Penyedia layanan serta keamanan laman Amerika, Cludflare mengalami kebocoran karena ulah bug. Data yang dibocorkan termasuk berbagai informasi sensitif seperti, cookies, kata sandi, dan beberapa token autensifikasi yang ada di beberapa laman klien miliknya.
Sebut saja Uber, OkCupid, Fitbit serta 1Password. Berdasarkan laporan, paling sedikit terdapat ribuan situs klien CloudFlare mengalami indikasi kebocoran data.
Diambil dari TechCrunch, adanya bug telah ditemukan oleh peneliti keamanan yang berasal dar Google Project Zero, Tavis Ormandy. Ia melaporkannya pada ke Cloudfare.
Sebenarnya celah keamanan perusahaan tersebut sudah ada sejak tanggal 22 September 2016 namun baru benar-benar terlihat pada 13 sampai 18 Februari 2017 karena banyaknya celah kebocoran yang nampak. Kala itu terdapat 1 dari 3,3 juta permintaan HTTP menuju laman Cloudflare yang membuat data menjadi banyak bocor.
Kemungkinan hacker bisa melakukan akses data secara real-time atau bisa juga melalui cache mesin pencari.
Tavis menyebutkan jikakebocoran tersebut dinamakan Cloudblled yang mengarah kepada Heartbleed yang memang sangat ramai dibicarakan beberapa waktu yang lalu.
Pada awalnya, Tavis hanya menyangka jika terdapat bug dari kode yang telah ditulisnya. Tetapi ketika melakukan pengujian lebih detail, Ia baru menyadari jika itu justru berasal dari Cloudflare.
Bug tersebut dapat terlihat karena adanya esalahan dalam pemrograman dan membuat kondisi tententu potongan cacar memori server akhirnya dapat dikirim ke halaman situs tersebut.
Cloudfare sendiri membenarkan adanya masalah tersebut, tetapi mereka hanya mengklaim jika kebocoran data hanyalah 0,00003 persen data yang bocor karena adanya permintaan tersebut.
Berdasarkan penuturan dari Chief Technology Officer Cloudflare yakni John Graham Cumming, jika menurut pada puncak kasus masalah ini terdapat 120 ribu informasi yang sudah bocor untuk satu permintaan seriap hari. Tetapi Ia berani memastikan jika data yang bocor tidaklah penting dan tak rahasia.

