HarianBernas.com – Yunani pada masa ribuan tahun sebelum Masehi dikenal memiliki salah satu peradaban termaju di dunia pada masanya. Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Gothenburg dan Universitas Bournemouth berhasil menemukan satu lagi jejak peninggalan dari masa tersebut. Jejak peninggalan yang dimaksud adalah reruntuhan kota yang terletak 300 km di sebelah utara ibukota Athena.
Reruntuhan kota ini diketahui berusia setidaknya 2.500 tahun.
Sebagian dari reruntuhan tersebut memang sudah teridentifikasi. Namun sebagian lainnya awalnya dianggap sebagai sisa-sisa pemukiman biasa yang tidak ada hubungannya dengan peradaban kuno.
Penelitian ini dipimpin oleh Robin Ronnlund dan pertama kali dilaksanakan pada bulan September lalu. Untuk mencegah timbulnya kerusakan pada lokasi penelitian, mereka tidak menggunakan metode penggalian biasa dan lebih memilih untuk menggunakan teknologi radar yang bisa menembus tanah.
Selama dua pekan pertama melakukan penelitian di lapangan, mereka berhasil menemukan vas kuno dan koin berusia 500 Sebelum Masehi.
Ronnlund memperkirakan kalau kota yang mereka teliti kemungkinan mengalami puncak kejayaannya pada abad ke-4 hingga 3 Sebelum Masehi. Namun serangan pasukan Romawi membuat kota tersebut ditinggalkan oleh penghuninya.
Ronnlund menambahkan kalau penelitian ini baru permulaannya saja. Ia beserta anggota peneliti lainnya berencana kembali melakukan penelitian lapangan di bukit yang menjadi lokasi reruntuhan ini pada bulan Agustus 2017.
Penelitian ini diharapkan bisa membantu mengubah pola pikir kalau kawasan Thessaly pada masa Yunani Kuno adalah kawasan yang kurang berkembang.

