HarianBernas.com – Selama satu minggu ini, warga Kuba akan menggelar rangkaian prosesi pemakaman dan kegiatan lain, sebagai penghargaan mengenang mendiang bekas Presiden Fidel Castro, yang mewujudkan revolusi negara di Karibia ini pada enam dekade lalu.
Pemakaman bagi tokoh yang lama memimpin Kuba akan digelar Minggu depan, 4 Desember 2016, di pemakaman Santa Ifigenia, Santiago de Cuba, kota terbesar kedua di Kuba, dan sebuah situs yang diduga awal dari Revolusi Kuba pada tahun 1953.
CNN mengutip laporan kantor berita negara Kuba memberitakan, hari ini, Senin (28/11/2016), 21 tembakan akan dilepaskan dua kali secara serentak di Havana dan Santiago de Cuba, sebagai penghargaan kepada Castro, yang memerintah Kuba selama hampir lima dekade, Kemudian, pada Selasa (29/11/2016) malam, di Havana, puluhan ribu diharapkan akan menghadiri acara penghormatan kepada Castro di sebuah plasa besar yang bernama Jose Marti, seorang penyair dan pahlawan pemimpin perjuangan untuk kemerdekaan Kuba dari Spanyol.
Pada Rabu (30/11/2016), abu Castro akan mulai diarak ke seluruh negeri, dengan rute yang terbalik dari rute Castro dan kelompoknya saat memberontak dam merebut kekuasaan dari diktator Fulgencio Batista pada tahun 1959.
Abu Fidel Castro selanjutnya diharapkan tiba di Santiago de Cuba, pada Sabtu (03/12/2016), pada pukul 19:00 waktu setempat, di Antonio Maceo Revolution Square.
Selama hari Selasa sampai Sabtu, akan ada penembakan meriam setiap jam mulai pukul 06:00 hingga 18:00 waktu setempat.
Dan pada hari Minggu, abu Castro akan dikebumikan di pemakaman Santa Ifigenia, Santiago de Cuba, setelah layanan pada pukul 07:00. Pada pukul 09:00 hari itu, lagi 21 tembakan penghormatan akan diletuskan secara bersamaan di Havana dan Santiago de Cuba.
Fidel Castro meninggal pada Jumat (25/11/2016), di usia 90 tahun. Adiknya, Raul Castro, mengumumkan kematiannya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi, pada Sabtu (26/11/2016).
“Saya katakan kepada rakyat Kuba, dengan rasa sakit yang mendalam.
Saya datang ke sini untuk memberitahu warga kami, teman-teman kami dari Amerika dan dunia, bahwa hari ini, 25 November 2016, pada 22:29 (waktu setempat), (telah) meninggal kepala komandan revolusi Kuba , Fidel Castro Ruz,” kata Raul Castro.
Radio dan televisi Kuba akan menyiarkan program patriotik dan sejarah, selama sembilan hari berkabung yang dimulai Sabtu, kantor berita Kuba, Granma, melaporkan.
“Warga Kuba merasa sedih karena kehilangan komandan kami, Fidel Castro Ruz, dan kami ingin dia, dimanapun dia berada, bahwa dia diberkati, dan kami, Kuba, mencintainya,” kata seorang wanita muda Kuba kepada CNN.
Sebuah konser dari penyanyi tenor terkenal, Placido Domingo, dibatalkan, bahkan klub-klub musik tidak menggelar pertunjukan selama satu minggu, sebagai bentuk penghormatan dan bela sungkawa bagi mendiang Castro.
Di Universitas Havana, di mana Castro sekolah Hukum pada 70 tahun yang lalu, sejumlah mahasiswa dan dosen menempatkan bunga dan foto di tugu kampus tersebut, yang menandai langkah-langkah utama kampus itu.

