HarianBernas.com ? Jessica Kumala Wongso menarik perhatian masyarakat karena diduga terlibat kasus kematian sahabatnya bernama Wayan Mirna Salihin. Mirna meninggal dunia pada 6 Januari 2016 di Kafe Olivier.
Jessica ditetapkan sebagai terdakwa dengan tuduhan sebagai penabur sianida pada gelas es kopi Vietnam yang diminum oleh Mirna.
Tak sedikit orang yang langsung menuduh Jessica sebagai pelaku pembunuh Mirna. Persidangan kasus kematian Mirna pun bergulir hingga sidang ke 26 dan diakhiri dengan keterangan dari Jessica Kumala Wongso menanggapi kesaksian para ahli dalam persidangan sebelumnya.
Baca Juga Sidang Pemeriksaan, Jessica Bisa Bebas Berbicara
Sidang ke 26 yang berlangsung pada 29 September 2016 lalu, Jessica menumpahkan kesedihannya selama menjalani masa-masa persidangan dan di tahanan. Ia tak kuasa menahan tangisnya.
?Di situ cuma ada saya, satu kain, celana pendek.
Ada kecoak, kalajengking, lampu yang terang enggak bisa dimatiin,? kata Jessica.
Petugas, lanjutnya, hanya bilang tidak boleh dikunjungi sampai Senin. Ia mengaku kamar mandi juga mengenaskan, kotor dan bau. Sementara, salah satu penasehat hukum Jessica, Hidayat Bustom mengungkapkan Jessica pada dua persidangan terakhir mengenakan kaca mata karena mengalami gangguan pada mata.
Lebih dari 100 hari Jessica mendekam di ruang tahanan dengan kondisi lampu terang selama 24 jam.
Hal ini menyebabkan matanya kering dan memerah. Maka, pihaknya akan mengajukan agar bisa dicek ke dokter yang ada di rumah tahanan.
“Tadi (siang) kita besuk ya, kayaknya matanya terganggu, harus dibawa ke dokter mata ya,” kata Bostam di Jakarta, Selasa (4/10/16).
Selama berbulan-bulan tinggal di rutan dan harus mengikuti persidangan terkait kematian Mirna, Jessica juga mengaku sempat berulang kali sakit dan harus diperiksa oleh dokter di Bidokkes Polda Metro Jaya. Penyebabnya adalah karena kurangnya sirkulasi udara di ruang tahanan.
Sidang lanjutan juga sempat dibatalkan lantaran Jessica sakit.
Jessica mengaku setelah ia sakit barulah dipasang sebuah exhaust fan. Ketika hujan atap bocor dan banjir. Ia pernah merasa takut ketika diperingatkan akan dibully oleh tahanan lainnya di rutan.
Pada sidang ke-26 itu, Jessica mencurahkan isi hatinya yang merasa tertekan saat pemeriksaan dengan dengan tim penyidik.
Ia mengaku dimarahi oleh Komisaris Besar Krishna Murti yang saat itu menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimsus) Polda Metro Jaya.
Krishna Murti disebut-sebut meminta Jessica untuk mengaku sebagai penabur sianida di es kopi Vietnam yang diminum oleh Mirna.
?Kamu mengaku saja kamu taruh sesuatu di kopi. Kelihatan di CCTV.
Paling cuma 7 tahun (hukumannya), dipotong-potong apa sebentar lagi juga keluar,? ungkap Jessica menirukan Krishna.
Selain itu, Jessica juga mengaku sempat dihipnotis di ruangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ia diminta berpindah ke ruangan lain dan ada beberapa orang yang tidak dikenalkan siapa mereka.
Ia bertemu dengan AKBP Herry Heriawan yang saat itu menjabat sebagai Kasubdit Jatanras. Saat itu, Jessica diminta duduk dan lama-lama badannya menjadi lemas.
Ketika ditanya oleh Herry, Jessica hanya boleh menjawabnya dengan tangan tidak boleh dengan mulut.
?Lama-lama saya tidak sadar total,? katanya sambil berurai air mata.
Baca Juga Polri Usut Kebenaran Pernyataan Jessica Terkait Krishna Murti dan Herry
Pada sidang ke 27, Rabu (5/10/16), merupakan sidang pembacaan tuntunan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Diungkapkan oleh Bustom kondisi psikis Jessica menjelang pembacaan tuntutan, kliennya terlihat sedih. Namun, ia yakin Jessica dapat menghadapi persidangan.
“Sedih ya sedih, nangis ya nangis.
Tapi, mau enggak mau, harus didengarkan (tuntutannya),” pungkas Bostam.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Inilah Ungkapan Hati Jessica Selama Ratusan Hari Mendekam di Rutan?
Jessica Kumala Wongso menarik perhatian masyarakat karena diduga terlibat kasus kematian sahabatnya bernama Wayan Mirna Salihin....
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




