JAKARTA, HarianBernas.com ? Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga, Yuni Peorwanti mengatakan kebiasaan olahraga bagi anak-anak harus dimulai dari kelurga. Olahraga tidak hanya membuat badan lebih sehat tetapi meningkatkan daya tahan tubuh.
“Pola hidup sehat harus ditularkan kepada seluruh anggota keluarga, namun tidak banyak keluarga yang suka berolahraga dan punya waktu untuk melakukanya secara teratur,” ujar Yuni di Kantor Kemenpora Jakarta, Kamis (8/9/16).
Olahraga untuk anak-anak, katanya, tidak hanya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh tetapi menempatkan mereka bisa bersosialisasi, sportif, dan membangun rasa percaya diri bahkan kerja sama dengan orang lain.
“Kita melihat bahwa sekarang ini banyak anak-anak yang mengalami obesitas karena kurang gerak dan lebih tertarik dengan gadget dibanding olahraga,” tambahnya.
Ia menyarankan dan mengajak orangtua untuk berolahraga meski tak harus berada di lapangan luas dan olahraga berat. Langkah pertama, orangtua harus memberikan contoh kepada anak-anaknya untuk olahraga seperti jogging atau jalan pagi.
Awalnya akan terasa berat, namun kebiasaan baik akan terbentuk jika terus dilakukan setiap pagi.
Selain itu di lingkungan sekolah juga wajib mendorong aktivitas olahraga dengan menyediakan fasilitas yang memadai dan waktu yang lama.
Ia prihatin dengan terbatasnya waktu pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah. Kini jam olahraga di sekolah hanya sekitar 80 menit. Idealnya jam pelajaran ditambah menjadi 120 menit.

