Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Bermimpi Jadi Menteri, Santri Ini Jago Bikin Robot Penjinak Bom dan Kapal Selam Tanpa Awak

Oleh: Redaksi Bernas•19 November 2015
Bermimpi Jadi Menteri, Santri Ini Jago Bikin Robot Penjinak Bom dan Kapal Selam Tanpa Awak
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JOGJA HarianBernas com Penampilan kocak pemuda ini menutupi proyek prestisius yang sedang ia kerjakan Malik Khidir 24 anggota tim robot UGM yang memenangi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 19 November 2015.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

JOGJA, HarianBernas.com – Penampilan kocak pemuda ini menutupi proyek prestisius yang sedang ia kerjakan. Malik Khidir (24), anggota tim robot UGM yang memenangi kompetisi robot di Amerika Serikat tahun 2013 ini mampu menyihir 120 orang muda peserta Indonesian Youth Dream di Makorem 072/Pamungkas Yogyakarta, Jumat (20/11). Orang-orang muda dari seluruh Indonesia itu berhimpun dalam kegiatan pengkaderan bertajuk “Dream, You, and Our Nation” selama tiga hari.

Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru

Malik Khidir, diundang untuk membagikan perjalanan mimpinya. “Kalian enak, tinggal tepuk tangan.

Untuk membuat kapal selam pesanan TNI AL ini saya harus kuat tidak tidur. Tidak mudah meyakinkan mereka bahwa saya bisa membuat ini,” cetusnya disambut gelak tawa.

“Tak mengapa tolak saya. Akan saya siapkan 1.000 proyek yang lain,” ujarnya menggambarkan betapa penolakan adalah ujian akan kegigihan. “Saya mau tunjukkan, anak Indonesia hebat.

Tidak kalah dengan anak Amerika. Di Amerika, jalan berlubang sedikit saja ada yang menambal. Di Indonesia, kita terkondisi hidup dalam keadaan yang lebih parah.

Artinya, kita lebih tahan uji,” candanya.

Hal senada juga ia lontarkan saat Kementerian Luar Negeri hendak mengutusnya Outstanding Student of the World 2014 di Kanada. “Saat berumur 60 tahun Bapak akan menyesal jika hari ini tidak memilih saya,” tantang kepada penilai yang berumur 50 tahun. Ia pun lolos.

Ujaran serupa juga pernah ia semburkan ketika ia ditanya apa jaminan yang ia sediakan jika sejumlah dana digelontorkan untuk proyeknya. Jawabnya enteng, “Jika yang lain menjaminkan mobil, saya menjaminkan kepala saya!”

Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas

Terasa congkak namun Malik punya penjelasan.

Ia bukan anak pintar. Sewaktu sekolah di SMA 3 Tegal, Jawa Tengah, dan bermimpi masuk MIPA UGM, nilai matematika 5. Toh, kemudian ia lolos dan kelak menyandang predikat sebagai lulusan terbaik.

Padahal, ia sempat terjerat IP 1,6 di awal kuliah.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Ia berdalih, IP memang bukan tujuan belajarnya. “Orang tua saya tidak paham IP. Jadi tidak masalah IP segitu. Ketika kemudian IP saya 3,5, mereka juga tidak tahu.

Yang mereka peduli adalah ketika saya masuk koran dan televisi. Barulah mereka bangga,” selorohnya tentang nilai jeblok yang pernah melekatinya.

Selorohnya lagi, sebelum berangkat ke kontes Natcar Robogames di California, Amerika Serikat 2013, nilai pemrograman dan kalkulus mahasiswa elektronika dan instrumentasi ini C. Sepulang dari Amerika, akunya, ia menghadap Rektor UGM Pratikno—yang sekarang Menteri Sekretaris Negara. “Saya bilang, masa menang kompetisi robot nilai saya C, Pak,” kenangnya sembari menekankan pentingnya condite sejajar dengan nilai akademik.

Di kesempatan ujian, ia juga iseng mengawali jawaban di kertas ujian dengan kata-kata, “Maaf, Pak, saya nggak bisa ngerjain soal karena saya tim robot yang berangkat ke Amerika.”

Baca juga: Jurusan Ilmu Komunikasi: Info Kuliah, Pekerjaan, dan Universitas

Audiens sangat antusias mendengarkan cerita Malik. Lebih-lebih, ketika Malik menjelaskan alur perjalanan hidupnya meraih mimpi. Bahwa menurut santri Ponpes Al-Barokah ini, mimpi itu penting namun tidak cukup. “Bermimpilah, lalu bangun, beraksi, istiqomah, dan tawakal.

Jangan dibalik ya…,” pesannya disambut tawa.

“Tuhan saja percaya pada kita masa kita tidak percaya pada mimpi kita.” Dan ia menceritakan bagaimana di sela-sela aktivitasnya sebagai santri, pada pukul 21.00 sampai menjelang subuh ia mengutak-atik program.

Ia meminimalkan waktu untuk tidur demi menguasai sesuatu sampai tuntas.

Dan ia ingat, impian besarnya dimulai ketika SD. Suatu ketika, seorang guru mengajukan pertanyaan, “Di manakah letak patung Liberty?” Malik menjawab spontan, “Di belakang saya.” Sontak Malik dipanggil ke depan, disuruh berdiri dengan satu kaki sambil menjewer kupingnya sendiri.

Belum lama ia menemui guru itu.

Ia tunjukkan foto selfie-nya membelakangi patung Liberty. “Guru saya menangis, tak menyangka apa yang saya ucapkan dulu jadi kenyataan,” tukasnya.

Baca juga: 11 Jurusan Di Universitas Mahakarya Asia dan Peluang Karirnya

 

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Bermimpi Jadi Menteri, Santri Ini Jago Bikin Robot Penjinak Bom dan Kapal Selam Tanpa Awak?

JOGJA HarianBernas com Penampilan kocak pemuda ini menutupi proyek prestisius yang sedang ia kerjakan Malik Khidir 24 anggota tim robot UGM yang memenangi...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#pendidikan#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“Bermimpi Jadi Menteri, Santri Ini Jago Bikin Robot Penjinak Bom dan Kapal Selam Tanpa Awak”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.