Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Menanggung Rugi Miliaran Rupiah, Inilah Curhatan Dealer Resmi Ford Indonesia

Oleh: Redaksi Bernas•9 Agustus 2016
Menanggung Rugi Miliaran Rupiah, Inilah Curhatan Dealer Resmi Ford Indonesia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"penutupan sepihak operasi Ford oleh PT Ford Motor Indonesia (FMI) membuat para dealer mengalami kerugian yang sangat besar..."

🗓️ Dipublikasikan pada 9 Agustus 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

HarianBernas.com – Ditahun 2011, Ford Motor telah memproklamirkan ASEAN Better Plan. Wilayah Jakarta yang semula hanya terdiri dari lima primary market area (PMA) akan segera dikembangkan menjadi 29 PMA. Sebagai jawaban dari program tersebut maka pada tanggal 9 September 2015 dibukalah sembilan outlet dealer Ford yang dipusatkan di Ford BSD.

Di dalam acara konferensi pers para dealer resmi Ford Indonesia, Senin (27/6/ 2016), Irawan Gozali yang merupakan wakil pemilik outlet dealer di Lampung, Bogor, dan Surabaya menuturkan, penutupan sepihak operasi Ford oleh PT Ford Motor Indonesia (FMI) dan juga Ford Motor Company (FMC) membuat para dealer mengalami kerugian yang sangat besar.

Hal ini disebabkan selama ini para dealer telah mengeluarkan investasi antara lain untuk pengadaan tanah serta bangunan, showroom, dan juga sarana pendukung lainnya.

“September 2015, dealer membuktikan komitmen mereka dengan buka sembilan dealer secara serempak di BSD, Bintaro, Depok, Jakarta Selatan, Palu, Bandung, Palembang, Lampung, serta Pontianak,” tutur Irawan.

Andee Yoestong yang merupakan pemilik 11 outlet dealer dan sudah menjadi mitra Ford sejak 2002, menambahkan, pada Desember 2015, pihaknya masih harus dikejar-kejar untuk memenuhi target pembukaan outlet dealer baru di Puri Pesanggrahan, Jakarta Barat.

Pada saat itu, outlet dealer yang berada di Jalan Panjang telah berdiri di atas tanah sewaan.

“Tapi kami diharuskan untuk dapat melakukan relokasi dan membeli lahan baru di daerah Puri Pesanggrahan karena mereka menginginkan kepastian showroom di atas lahan sendiri daripada di lahan sewa. Sebagai bukti keseriusan, kami telah mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk pembangunan di lokasi Puri Pesanggrahan tersebut,” tambah Andee.

Andee pun menambahkan, Januari 2016, FMI secara tiba-tiba menutup secara sepihak operasional Ford tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu kepada para mitra dealernya.

?Hal ini bukan saja sangat mengecewakan, tapi juga memalukan untuk brand internasional sebesar Ford karena mereka gagal untuk memenuhi komitmen mereka kepada mitra lokal. Karena itu, kami mengajukan ganti rugi dari investasi yang telah dikeluarkan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang telah berlaku,” ujar Andee.

Di lain tempat, Kenny Kusuma sebagai pemilik beberapa dealer Ford di Bali, menambahkan bahwa keputusan Ford hengkang seenaknya dari Indonesia membentuk persepsi buruk bagi penanam modal asing di Indonesia.

Perilaku sewenang-wenang ini berakibat negatif bagi kepercayaan pengusaha nasional untuk dapat bermitra dengan investor asing karena risiko kerugiannya terlalu besar yang harus ditanggung.

“Kami telah memercayai mereka dan telah mengambil risiko besar dengan berinvestasi sampai ratusan miliar rupiah untuk mendukung distribusi dan layanan Ford di Indonesia.

Tetapi ternyata mereka justru memutuskan meninggalkan Indonesia tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Perilaku investor asing seperti ini sangat melecehkan serta merugikan pengusaha Indonesia,? pungkas Kenny.

Meski PT Ford Motor Indonesia (FMI) sudah menyatakan mundur dari Indonesia, para dealer tetap akan melayani konsumen. Namun sayangnya kejelasan dukungan pabrikan asal Amerika itu untuk pasokan suku cadang masih belum ada kejelasan.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

“Mereka tak berikan kejelasan aftersales and part, hingga unit.

Jualan saja sudah sangat susah,” tutur Andee Y. Yoestong.

Di luar dari permasalahan itu para dealer yang seluruhnya adalah milik mitra kerja FMI, sudah berinvestasi sangat besar.

 “Karyawan, gedung hingga unit yang sudah kita beli. Kalau kami tutup juga, konsumen nanti pasti teriak.

Kami sepertinya dibiarkan mati perlahan-lahan,” lanjut Andee.

Sejak awak masuk di tahun 2011 silam sampai dengan 2014 penjualan mobil Ford selalu di atas 10 ribu unit tiap tahunnya. 31 dealer yang menuntut atas keputusan sepihak atas mundurnya FMI, berkontribusi lebih dari 80 persen dari total penjualan.

Tetapi sejak 2015 penjualannya drop hanya jadi 6.000-an unit saja. Ini bukan karena adanya permintaan konsumen yang turun, tetapi karena pasokan yang sedikit dari FMI karena harus mendatangkan unit dari Thailand.

“Alasannya pada waktu itu demand di Indonesia tidaklah besar jadi pasokan dialihkan dulu. Padahal permintaan konsumen sebenarnya tetap tinggi, apalagi ada model baru (Everest dan Ranger),” tambah Andree.

Setelah pengumuman mundurnya FMI, konsumen yang sudah memesan unit pun akhirnya membatalkan pesanannya. 

“Ya otomatis kita harus kembalikan uangnya.

Tetapi kita beli dari Ford harus cash sedangkan hutang di bank, bunga bank jalan terus,” katanya lagi.

Pastinya 31 dealer Ford menuntut adanya ganti rugi sebesar Rp1 triliun, untuk bisa mengganti total kerugian yang dialami. Ini untuk dapat menutup kerugian stok, gedung dan invetasi yang memang telah dikeluarkan.

“Setidaknya mereka akan membeli kembali unit yang sudah kami beli, sesuai dengan harga yang telah kami bayarkan. Untuk diskon untuk menghabiskan stok tidak ada, karena selama ini diskon kita ikuti lewat program dari FMI,” tutupnya.

 

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Menanggung Rugi Miliaran Rupiah, Inilah Curhatan Dealer Resmi Ford Indonesia?

penutupan sepihak operasi Ford oleh PT Ford Motor Indonesia (FMI) membuat para dealer mengalami kerugian yang sangat besar...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#finansial#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Menanggung Rugi Miliaran Rupiah, Inilah Curhatan Dealer Resmi Ford Indonesia”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.