HarianBernas.com — Mungkin banyak di antara para pembaca yang tidak memiliki tempat untuk bercerita. Bila dipendam, sakitlah sang pikiran. Bila ingin diceritakan, pun entah kepada siapa.
Hidup punya beberapa persimpangan, di mana kita harus memilih ke mana arah kaki melangkah.
Salah perhitungan menyebabkan penyesalan di belakang hari.
Judul tulisan saya kali ini adalah “Dengan Semesta Aku Bercerita, Dengan Pikiranku Aku Berdamai”.
Mari kita mulai dari belakang : Dengan Pikiranku Aku Berdamai.
Pahami kata-kata ini, bahwa keadaan kita yang tidak memiliki tempat untuk bercerita, tidak semestinya menjadi beban di pikiran, mari, ijinkan ini berdamai dengan pikiran kita.
Setelah kita mampu untuk berdamai dengan pikiran kita, barulah kita memahami, sesungguhnya ada satu hal tertinggi di jagad raya ini yang selalu menemani kita, dialah sang semesta. Tempatkanlah tempat tertinggi ini sebagai tempat kita bercerita dan meminta petunjuk.
Semesta mempunyai segalanya yang kita butuhkan, dia hidup lebih lama dari semua yang ada di dunia ini. Berceritalah dengan semesta, pelan-pelan lepaskan bebanmu dan aktifkan inderamu, peka, dengarkan jawabannya.
Ikutilah suaranya yang berbisik di pikiran terdalammu (hatimu).
Gunawan Siurudin, S.Kom
Mind Mastery Coach

