Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

10 Penyakit Paling Mengerikan di Dunia

Oleh: Redaksi Bernas•18 Juni 2016
10 Penyakit Paling Mengerikan di Dunia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Terdapat beraneka ragam jenis penyakit yang ada di dunia Bahkan beberapa di antaranya merupakan penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya..."

🗓️ Dipublikasikan pada 18 Juni 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita kesehatan terbaru →

HarianBernas.com – Terdapat beraneka ragam jenis penyakit yang ada di dunia. Bahkan beberapa di antaranya merupakan penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya.

Berikut adalah 10 penyakit paling mengerikan di dunia.

1. NOMA (cancrum oris)

Noma atau yang dikenal juga dengan sebutan cancrum oris adalah suatu kondisi dimana bakteri masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan daging pada wajah menjadi mati.

Pada umumnya penyakit ini ditemukan di Asia dan Afrika. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berasal dari kurangnya kebersihan air yang digunakan untuk keperluan sehari hari.

2. EMYCETOMA atau Madura?s foot

Emycetoma adalah infeksi jamur yang menyebabkan pembengkakan keras disertai munculnya nanah di seluruh kaki.

Infeksi ini dapat menyebar ke seluruh tubuh apabila tidak segera diatasi. Pada umumnya penyakit ini terjadi di Afrika, India, Amerika Tengah dan Selatan. Namun sampai saat ini belum ditemukan obatnya.

3.

COMPLEX REGIONAL PAIN SYNDROME (CRPS)

CRPS adalah penyakit yang menyebabkan orang menderita sakit parah seperti kehilangan tenaga. Penyakit ini hanya terjadi di area kulit. Gejalanya muncul setelah pasien mengalami cedera serius yang mengakibatkan rusaknya jaringan pada tubuh manusia.

Orang yang menderita CRPS akan merasa rasa sakit seperti terbakar dan terasa sangat nyeri.

4. LEPROSY

Kusta adalah infeksi menular yang menyebabkan peradangan di kulit, mata, saraf dan saluran pernafasan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium.

Gejalanya dapat tidak terlihat selama beberapa tahun namun dapat mengakibatkan penglihatan menurun dan mati rasa di tungkai atau daerah yang terinfeksi.

5. FILARIAL WORM atau LOA LOA WORM

Filaria adalah cacing parasit yang memiliki kemampuan untuk hidup di mata manusia. Penderita penyakit ini lebih dari 200 juta orang dan merupakan penyebab kedua kebutaan di seluruh dunia.

Tak hanya di mata, cacing filaria juga dapat hidup di organ tubuh lainnya. Ketika mereka hidup di kaki, maka akan menyebabkan kondisi yang dikenal dengan istilah kaki gajah.

6. VIBRIO VULNIFICUS

Vibrio vulnificus merupakan bakteri yang sangat mematikan.

Bakteri ini masuk ke dalam tubuh pada saat pasien memakan kerang yang telah terkontaminasi atau berenang di laut dalam kondisi terluka.

7. PICA

Pica adalah gangguan yang menyebabkan orang memakan benda selain makanan, seperti tanah, kertas, kayu, air kencing, hingga feses. Seseorang penyakit Pica terkadang juga dapat memakan benda beracun seperti cat atau bahkan pestisida.

8.

FIBRODYSPLASICA OSSIFICANS PROGRESSIVA (FOP)

Fibrodysplasia Ossificans Progressiva (FOP) adalah gangguan di mana jaringan otot dan jaringan ikat secara bertahap berubah menjadi tulang. Tulang baru yang terbentuk tidak memiliki sendi fleksibel yang menyebabkan penderita FOP kesulitan untuk bergerak.

9. CLARKSON?S DISEASE atau SYSTEMIC CAPILLARY LEAK SYNDROME (SCLS)

SCLS terjadi ketika pembuluh darah bocor dan menyebabkan tubuh seseorang mengembang seperti balon.

Penyakit ini dapat merusak organ vital dan jaringan dalam tubuh yang akhirnya menyebabkan kematian.

10. ELEPHANT MAN SYNDROME

Penyakit Manusia Gajah pertama kali dialami Joseph Merrick. Menurut para ahli dia mengalami berbagai  penyakit.

Salah satunya sindrom Proteus yang menyebabkan tumor menyebar seluruh tubuh.

Meski banyak teori dikemukakan oleh para ahli, namun sampai saat ini penyakit yang dialami Joseph Merrick masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Tag:#kesehatan#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram