Seminar Nasional Jejak Kepahlawanan Sultan HB II Bakal Dihadiri Tokoh Nasional Mulai Prabowo Subianto Hingga Sultan HB X

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II memasuki babak baru yang krusial.
Sejumlah tokoh nasional di antaranya Presiden RI Prabowo Subianto dan Sultan HB X, direncanakan hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker) bersama dalam Seminar Nasional bertajuk “Jejak Kepahlawanan Sultan HB II”.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia dan Sultan Hamengkubuwono X tersebut dinilai menjadi momentum emas.
Selain kapasitasnya sebagai kepala negara, Presiden Prabowo memiliki kedekatan historis secara personal sebagai bagian dari keturunan (trah) sang Sultan yang dikenal gigih melawan penjajah kolonial tersebut.
Perwakilan Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X akan memberikan bobot tersendiri bagi pengakuan sejarah bangsa.
”Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sangat dinantikan.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifApalagi, beliau memiliki kedekatan historis sebagai bagian dari trah Sultan HB II,” ungkap Fajar Bagoes Poetranto
Seminar yang rencananya diselenggaran secara hybrid di Jakarta, diinisiasi oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika ini dirancang sebagai langkah strategis untuk merampungkan naskah akademik—syarat administrasi terakhir yang akan diajukan ke Kementerian Sosial RI.
”Acara ini direncanakan mengundang tokoh nasional, termasuk Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Fokus utamanya adalah membedah konsistensi Raden Mas Sundoro dalam menentang kolonialisme, termasuk peristiwa Geger Sepehi 1812,” tambah Fajar.
Sejalan dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto, gelombang dukungan dari masyarakat bawah semakin tak terbendung.
Warga Desa Pagerejo, Wonosobo, secara kompak mengabadikan nama kecil sang Sultan, Raden Mas Sundoro, pada aset-aset vital desa mereka.
Melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri tokoh adat, agama, dan perangkat desa, Pemerintah Desa Pagerejo resmi menamai Gedung Serbaguna dan Gedung Kesenian mereka dengan nama Raden Mas Sundoro.
Hal ini didasari fakta sejarah bahwa Dusun Pagerotan di Desa Pagerejo merupakan tempat kelahiran Sultan HB II.
“Langkah ini menjadi modal sosial yang kuat.
Ini adalah bentuk penghormatan sekaligus bukti administrasi bahwa Sultan HB II memiliki akar sejarah yang kuat di sini,” ujar Sekretaris Desa Pagerejo, Tuwat Muhandoyo.
Sultan HB II atau Raden Mas Sundoro tercatat dalam sejarah sebagai raja Jawa yang paling keras kepala dan konsisten menentang campur tangan kolonial, baik Belanda (Daendels) maupun Inggris (Raffles).
Perjuangannya yang berujung pada pengasingan berkali-kali ke Pulau Pinang hingga Ambon dianggap telah memenuhi kriteria syarat UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Fajar Bagoes Poetranto optimistis, dengan sinergi naskah akademik yang kuat serta dukungan moral dari Presiden Prabowo dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, pengakuan resmi negara bisa terealisasi tahun ini.”Kami menargetkan tahun 2026 ini gelar Pahlawan Nasional sudah bisa disematkan.
Kami memohon doa restu agar sosok Raden Mas Sundoro segera mendapatkan tempat terhormat atas dedikasinya menjaga kedaulatan tanah Jawa,” pungkas Fajar Bagoes Poetranto .
(*)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait JOGJA
Local Intelligence Node
DPUPKP Sleman Fokus Pelihara Jalan Demi Mobilitas Masyarakat
Kapolsek Gedongtengen Tekankan Pentingnya Peran Bhayangkari Terhadap Ketugasan Suami
Wisuda 570 Lulusan, Rektor Mantapkan UIN Sunan Kalijaga Sebagai Kampus Berdampak
Radikalisme di Era Digital, Peran Media dan Keluarga Jadi Kunci
Bulog DIY Pastikan Stok Pangan Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
Dana Desa DIY 2026 “Ditebang” Pusat, Komisi A DPRD DIY Dorong Hal Ini
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Kolaborasi AntarRumah Sakit Kunci Hadapi Dinamika Dunia Kesehatan yang Tidak Pasti
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Strategi Transformasi Talenta Jakarta Menembus Pasar Kerja Global 2024
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda