HarianBernas.com ? Sudah lama babi memang menjadi 'sahabat' para ilmuwan. Yang terbaru, hewan ini dijadikan objek penelitian untuk menyembuhkan penyakit parkinson.
Express.co.uk baru-baru ini menyebutkan, ilmuwan menemukan hasil positif saat memasukkan sel otak babi ke manusia untuk mengatasi penyakit parkinson.
Adalah Living Cell Technologies, perusahaan bioteknologi Selandia Baru, yang menciptakan perawatan unik atas penyakit parkinson.
Para ilmuwan di perusahaan itu mengambil sejumlah sampel pada choroid plexus babi, yakni jaringan pembuluh darah pada ventrikel otak yang menghasilkan cairan serebrospinal.
Sampel lalu dimasukkan dalam kapsul-kapsul yang sangat kecil yang kemudian dimasukkan ke penderita. Choroid plexus dianggap sebagai 'rumah' bagi beragam bahan kimia.
Para ilmuwan telah mengidentifikasi jaringan itu yang berpotensi meningkatkan sel penghasil dopamin manusia.
Sel itu bisa menunda timbulnya parkinson, penyakit yang diderita 10 juta orang di seluruh dunia.
Empat pasien telah menerima pengobatan revolusioner tersebut 18 bulan lalu dan semuanya memperlihatkan tanda-tanda yang menjanjikan.
Ken Taylor dari Living Cell Technologies mengungkapkan kepada New Scientist, keberadaan sel otak babi pada otak manusia telah mendorong pertumbuhan dan perbaikan sel saraf baru.
Perusahaannya kini telah memulai percobaan berbasis plasebo pada 18 pasien lainnya. Penelitian terbaru memperlihatkan bahwa penyakit parkinson merespons efek plasebo, namun hasilnya tidak berlangsung lama.
Babi memang sudah sejak lama dijadikan sebagai objek percobaan para ilmuwan Barat.
Sebab hewan tersebut memiliki struktur DNA yang hampir sama dengan manusia.
Awal tahun ini para ilmuwan dari Salk Institute berhasil menciptakan embrio hibrida manusia-babi yang disuntikkan ke dalam rahim babi betina dewasa. Dari situ ilmuwan bisa memanen organ yang sesuai bagi pasien yang membutuhkan.

