Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Guru PJOK Dilatih Jadi Agen Perubahan Gaya Hidup Sehat di Sekolah

Oleh: Redaksi Bernas•21 Juli 2025
Guru PJOK Dilatih Jadi Agen Perubahan Gaya Hidup Sehat di Sekolah
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation menggelar workshop “Transformasi Guru PJOK menjadi Pemimpin Perubahan Gaya Hidup Sehat di Seko..."

🗓️ Dipublikasikan pada 21 Juli 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation menggelar workshop “Transformasi Guru PJOK menjadi Pemimpin Perubahan Gaya Hidup Sehat di Sekolah” bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Jasmani (PJOK) di Yogyakarta yang menjadi peserta program “Nutrifood Physical Education Teacher” (NPET). Workshop berlangsung di Nutrihub Jogja pada Sabtu (19/07). Acara yang dibuka Kepala Balai Dikmen Kota Yogyakarta, Maryono ini bertujuan agar melatih para guru PJOK menjadi agen perubahan gaya hidup sehat di sekolah.

Sebagai perusahaan yang sudah lebih dari 46 tahun menginspirasi masyarakat Indonesia hidup lebih sehat melalui produk dan inisiatifnya, Nutrifood percaya bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

Sesuai dengan misi Inspiring a Nutritious Life, program NPET ini menjadi salah satu upaya Nutrifood dalam mengedukasi sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan berkualitas.

“Banyak anak-anak bercita-cita menjadi dokter atau guru, karena itu pekerjaan yang sangat mulia. Namun, banyak yang tidak sadar, kalau guru PJOK bukan cuma sekedar guru biasa. Guru PJOK punya peranan yang besar sekali, seperti guru namun lebih dari dokter, karena dokter fokusnya mengobati, namun guru PJOK bisa punya peran untuk membantu pencegahan penyakit dengan lebih baik,” ujar Mardi Wu, CEO Nutrifood.

Sejak diluncurkan pada bulan Mei lalu, program NPET telah melalui berbagai tahapan mulai dari webinar gaya hidup sehat melalui deep learning dalam PJOK, asesmen awal, modul dasar guru belajar, pelatihan daring, pendampingan intensif, hingga kini memasuki tahapan offline workshop sebagai ruang belajar dan praktik desain pembelajaran PJOK untuk dapat menumbuhkan budaya hidup sehat.

Program ini dirancang untuk mendampingi guru PJOK secara bertahap agar mampu mengembangkan pembelajaran PJOK yang relevan, kontekstual, dan berorientasi pada gaya hidup sehat murid.

Kegiatan ini merupakan respons dari kondisi mengkhawatirkan anak Indonesia yang mayoritas menjalankan gaya hidup tidak sehat. Diantaranya mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, jarang melakukan aktivitas fisik, hingga menggunakan gawai berlebih.

Melalui workshop ini, guru PJOK dikuatkan perannya sebagai pemimpin perubahan budaya hidup sehat yang lebih holistik dan transformatif. Mereka disiapkan untuk tidak lagi hanya mengajar dengan pendekatan teknis yang terbatas pada keterampilan fisik.

Baca juga: Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Jogja: Butuh Reformasi Sistem Olahraga Atlet Usia Dini di Kota Jogja

Ketua Guru Belajar Foundation Bukik Setiawan menegaskan bahwa peran guru PJOK sangat strategis dalam mendorong perubahan gaya hidup anak-anak Indonesia. “Guru PJOK itu sebenarnya adalah pemimpin perubahan gaya hidup.

Perannya lebih dari sekadar mengajarkan teknik lompat jauh, tapi juga membangun kesadaran murid tentang mengapa mereka perlu menggerakkan tubuhnya.

Untuk menjadi pemimpin perubahan gaya hidup yang sehat, tidak cukup hanya dengan teori atau instruksi.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Dibutuhkan pendekatan yang lebih dalam, menyentuh sisi emosional dan kebiasaan murid sehari-hari.

Di sinilah pentingnya deep learning,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini mengombinasikan empat kata kunci penting: guru PJOK, pemimpin perubahan, gaya hidup sehat, dan pembelajaran mendalam. Harapannya, guru PJOK bisa mengambil peran yang lebih strategis dan menunjukkan kontribusi nyata kepada orang tua, masyarakat, hingga pemerintah.

Materi yang didapatkan peserta yakni memahami bagaimana menjadi guru PJOK yang berdampak, teknik merubah perilaku murid, strategi pembelajaran kreatif, dan merancang desain pembelajaran PJOK yang seru dan menyenangkan (playful teaching).
Peserta juga dibekali dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan modul ajar siap pakai. Dengan demikian, mereka dapat langsung mengimplementasikan pembelajaran PJOK yang kontekstual dan mampu membangun budaya hidup sehat di sekolah masing-masing.

Pada sesi luring NPET Chapter Jogja, kegiatan belajar didampingi oleh pelatih yang juga seorang guru PJOK yaitu Dimas Tri Suryono yang mengajar di SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 14 Yogyakarta.

Seluruh pelatih area di 23 lokasi Nutrihub Indonesia ini sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan dari ahli dan juga praktisi, tentunya diperkaya dengan wawasan dan pengalaman guru PJOK yang terpilih menjadi pelatih.

Baca juga: Nutrifood Ajak Anak Muda Kota Yogyakarta #BatasiGGL (Gula, Garam, Lemak)

Salah satu peserta NPET, seorang guru PJOK SD Negeri Sompokan, Sleman, Agung Prabowo menyampaikan, “Yang paling berkesan adalah saat kita belajar memahami karakteristik anak dan merancang modul yang berpihak pada peserta didik”.

Mengatur waktu dan meluangkan waktu adalah salah satu tantangan yang dihadapi Methodius Ganjar Kumoro dari SD Joannes Bosco Yogyakarta dalam mengikuti program ini. Namun tantangan itu tidak membuatnya urung mengikuti sesi-sesi program ini.

Hal itu disepakati juga oleh Heni Suharyani dari SMA Tumbuh, Bantul yang antusias mengikuti program hingga tahap luring karena ini adalah momentum dan kesempatan untuk menjadi agen perubahan gaya hidup sehat, dan di program NPET, guru PJOK bisa belajar lebih banyak. Tidak hanya dari Daerah Istimewa Yogyakarta, ada juga peserta dari Magelang salah satunya Asteria Dwiana Rahayu dari SMA Pius X Magelang yang merasakan banyak manfaat dari program ini yang dapat diterapkan di sekolahnya.

Harapannya, langkah ini menjadi awalan yang baik untuk membangun kembali gaya hidup sehat, dimulai dari guru PJOK, ke semua warga sekolah, ke keluarga, hingga ke masyarakat dengan dukungan lingkungan yang positif dan sehat. (den)

 

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Guru PJOK Dilatih Jadi Agen Perubahan Gaya Hidup Sehat di Sekolah?

YOGYAKARTA, BERNAS.ID Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation menggelar workshop “Transformasi Guru PJOK menjadi Pemimpin Perubahan Gaya Hidup Sehat di Seko...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“Guru PJOK Dilatih Jadi Agen Perubahan Gaya Hidup Sehat di Sekolah”

R
Redaksi Bernas
Click to Share

Populer di pendidikan

Semantic Authority Linker

Global Career EngineAI Assessment 2026
1 / 3

Apa tujuan utama karir Anda di tahun 2026?

Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.