Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Mendidik untuk Mencegah, Kiprah Margareta Retno di Garda Terdepan Perlawanan Narkoba

Oleh: Redaksi Bernas•7 Maret 2025
Mendidik untuk Mencegah, Kiprah Margareta Retno di Garda Terdepan Perlawanan Narkoba
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA, BERNAS.ID Dr. Margareta Retno Daru Dewi AMK, S.Psi, M.Si yang akrab disapa Retno, adalah seorang Widyaiswara Ahli Madya di Badan Narkotika Nasional (..."

🗓️ Dipublikasikan pada 7 Maret 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

JAKARTA, BERNAS.ID – Dr. Margareta Retno Daru Dewi AMK, S.Psi, M.Si yang akrab disapa Retno, adalah seorang Widyaiswara Ahli Madya di Badan Narkotika Nasional (BNN). Kariernya yang penuh liku telah membawanya dari dunia keperawatan hingga akhirnya menjadi pendidik dan pelatih bagi para pegawai BNN.

Dengan latar belakang yang kaya akan pengalaman, Retno telah memberikan kontribusi besar dalam dunia kesehatan, rehabilitasi narkoba, serta pelatihan aparatur negara dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkotika di Indonesia.

Perjalanan Karier Dimulai dari Seorang Perawat

Retno memulai karier profesionalnya di bidang keperawatan, dengan pengalaman selama 15 tahun di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta. Selama bertahun-tahun, ia mendedikasikan dirinya dalam pelayanan kesehatan, membantu pasien dari berbagai latar belakang. Namun, setelah lebih dari satu dekade di rumah sakit, Retno merasa ingin mencoba sesuatu yang baru.

Ia pun beralih ke dunia korporasi dan bergabung dengan Astra sebagai Financial Consultant. Namun, setelah beberapa waktu, ia menyadari bahwa dunia korporasi tidak memberikan kepuasan batin yang ia cari. “Saya merasa ada yang hilang, saya ingin kembali ke pelayanan,” ungkapnya.

Baca Juga : Kuswadi, Mendedikasikan Diri untuk Meningkatkan Kompetensi ASN

Kesempatan untuk kembali ke jalur pengabdian datang pada tahun 2005, ketika ia memutuskan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di BNN. Di sana, ia bertugas sebagai psikolog yang menangani pecandu narkoba, sebuah pekerjaan yang masih memiliki keterkaitan dengan latar belakangnya sebagai tenaga medis.

“Sebagai perawat, saya terbiasa menangani pasien secara fisik. Di BNN, saya menangani mereka dari sisi psikologis,” kata Retno.

Setelah beberapa tahun berkarier di bidang rehabilitasi, pada tahun 2010 ia dipromosikan menjadi Kepala Seksi Eselon IV yang bertanggung jawab atas pengelolaan rumah sakit swasta yang menangani pecandu narkoba. Di sinilah ia mulai memahami lebih dalam tentang kebijakan dan strategi dalam penanganan rehabilitasi narkotika.

Namun, ada satu hal yang membuatnya berpikir ulang tentang jalur kariernya. “Jika saya tidak menjadi Widyaiswara, maka adik-adik saya tidak akan naik jabatan,” ujar Retno, menyadari bahwa pelatihan dan pendidikan pegawai menjadi aspek penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di BNN.

Dipercaya Jabat Kepala BNN Sukabumi

Pada tahun 2020 sampai 2023, Retno mendapat tugas baru sebagai Kepala BNN Kota Sukabumi. Awalnya, ia tidak menyangka akan ditempatkan di posisi tersebut, karena tujuannya saat itu adalah menjadi Widyaiswara. Namun, promosi ini justru dianggapnya sebagai “promosing hero” sebuah promosi yang malah menjadi tantangan berat baginya.

Tantangan pertama yang dihadapinya adalah resistensi dari anggota BNN di Sukabumi. “Saya perempuan, saya sipil, dan saya memimpin mayoritas polisi. Awalnya mereka menolak saya,” kenangnya. Sebagai pemimpin sipil yang harus membawahi banyak aparat penegak hukum, ia merasa perlu membuktikan bahwa dirinya mampu menjalankan tugas dengan baik.

Baca Juga : Dari Besi Baja ke Hotel dan Restoran, Jejak Vera Umbara Bangun Ekosistem Bisnis yang Berkelanjutan

Salah satu gebrakan yang ia lakukan adalah mempercepat program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Sukabumi. Retno menyadari bahwa BNN pusat hanya menganggarkan 1-2 desa per tahun untuk program ini, sementara Sukabumi memiliki 381 desa dan 5 kelurahan. Jika hanya mengandalkan anggaran resmi, butuh ratusan tahun untuk menyelesaikan program tersebut.

Maka, ia mengembangkan strategi dengan menggandeng Widyaiswara Kemendagri dan melibatkan pejabat daerah dalam sosialisasi program ini. “Saya ajak mereka bicara, bukan saya yang bicara. Itu kuncinya,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, program Desa Bersinar dapat berjalan lebih cepat, dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba meningkat secara signifikan.

Di bawah kepemimpinannya, BNN Sukabumi meraih berbagai penghargaan, termasuk penghargaan dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan predikat terbaik dalam pengelolaan anggaran sebanyak 11 kali. Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi pendekatan yang ia terapkan berjalan dengan efektif.

Kembali ke Dunia Pendidikan sebagai Widyaiswara

Setelah sukses memimpin BNN Kota Sukabumi, pada 1 November 2023, Retno akhirnya kembali ke jalur pendidikan sebagai Widyaiswara Ahli Madya. Di posisi ini, ia bertugas meningkatkan kompetensi pegawai BNN agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang standar operasional dan kebijakan dalam penanganan narkotika.

Selain menjadi Widyaiswara, Retno juga aktif sebagai dosen dan sedang dalam proses untuk meraih gelar Profesor. Ketika ditanya apa yang mendorongnya untuk terus belajar, ia menjawab dengan santai, “Awalnya saya tidak terpikir untuk S3. Tapi ketika saya mengajar mahasiswa S3, saya merasa tidak enak kalau saya sendiri belum S3,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga : Brando Tengdom, Strategi, Kepemimpinan, dan Inovasi di Dunia Digital

Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan keagamaan, termasuk sebagai Sekretaris Komisi Kesehatan di Persatuan Gereja-Gereja Sekolah Depok. Baginya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya terbatas di instansi pemerintah, tetapi juga bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial.

Pendidikan sebagai Kunci Pencegahan Narkoba

Sebagai seorang yang telah bekerja di berbagai sektor, mulai dari medis, rehabilitasi, hingga pendidikan, Retno sangat menyadari bahwa pendidikan memegang peran kunci dalam pencegahan narkoba.

“Kalau kita hanya menangkap dan merehabilitasi, itu tidak akan pernah selesai. Tapi kalau kita bisa membangun kesadaran sejak dini, itulah solusi jangka panjang,” tegasnya.

Dengan pendekatan pendidikan, masyarakat dapat memahami bahaya narkoba sejak dini, sehingga pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi ketergantungan. Oleh karena itu, ia selalu menekankan pentingnya pelatihan dan penyuluhan bagi para pegawai BNN, aparat penegak hukum, serta masyarakat umum.

Dedikasi dalam Pelayanan dan Pendidikan

Dengan perjalanan karier yang panjang dan beragam, M Retno Daru Dewi telah menunjukkan bahwa pengabdian dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik sebagai perawat, psikolog, pemimpin, maupun pendidik. Setiap amanah yang diberikan kepadanya selalu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ketika sudah dipercaya, itu adalah amanah. Dan amanah harus dijalankan dengan baik,” pungkasnya.

Sebagai seorang Widyaiswara, Retno kini terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di BNN, dengan harapan bahwa generasi mendatang akan lebih siap dalam menghadapi tantangan penanggulangan narkotika di Indonesia. (DID)

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Mendidik untuk Mencegah, Kiprah Margareta Retno di Garda Terdepan Perlawanan Narkoba?

JAKARTA, BERNAS.ID Dr. Margareta Retno Daru Dewi AMK, S.Psi, M.Si yang akrab disapa Retno, adalah seorang Widyaiswara Ahli Madya di Badan Narkotika Nasional (...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Mendidik untuk Mencegah, Kiprah Margareta Retno di Garda Terdepan Perlawanan Narkoba”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.