Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Lakukan Ritual kepada Leluhur, GKBRAy Paku Alam X Membuat Batik untuk Pernikahan Putranya

Oleh: Redaksi Bernas•6 Januari 2024
Lakukan Ritual kepada Leluhur, GKBRAy Paku Alam X Membuat Batik untuk Pernikahan Putranya
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Kadipaten Pakualaman akan melaksanakan Dhaup Ageng untuk putra bungsu KGPAA Paku Alam X..."

🗓️ Dipublikasikan pada 6 Januari 2024.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita budaya terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kadipaten Pakualaman akan melaksanakan Dhaup Ageng untuk putra bungsu KGPAA Paku Alam X. BPH Kusumo Kuntonugroho, S.P., M.Eng. dengan nama kecil RM Bhismo Srenggoro akan menikah dengan dr Laily Annisa Kusumastuti, pada 10 Januari 2024 mendatang di Pura Kadipaten Pakualaman.

Ibunda pengantin putra BPH Kusumo Kuntonugroho, GKBRAy Paku Alam X atau yang akrab disapa Gusti Putri dihadapan wartawan mengaku membuat sendiri batik untuk pernikahan putranya tersebut.

Batik Indra Widagda, kembali disampaikan Gusti Putri, dikreasikan sendiri selama dua tahun terakhir, yang akhirnya jadi dan bisa dikenakan dalam setiap prosesi pernikahan.

Baca Juga : Gelaran Edukasi Batik di Sumbu Filosofi Malioboro

Gusti Putri juga mengungkapkan, nama Batik Indra Widagda dipilih karena melihat karakter putra bungsunya yang suka dengan ilmu pengetahuan dan pintar.

“Ini mengapa saya pakai tema Batik Batara Indra di pernikahan ini. Karena Bathara Indra suka dengan ilmu pengetahuan dan pintar.

Ini mencerminkan anak kami, sehingga dipilih,” ujarnya, Jumat, 5 Januari 2024 saat menggelar jumpa wartawan di Pura Kadipaten Pakualaman.

Baca Juga : 1001 Prajurit TNI Membatik Pecahkan Rekor Muri

Gusti Putri juga menceritakan bahwa sebelum membuat batik, dirinya terlebih dahulu berdoa kepada Tuhan dan memohon restu leluhur. Pasalnya, batik yang dibuat, diambil dari naskah-naskah kuno Pakualaman.

“Saya memohon ijin pada Allah dan leluhur untuk bisa membatik dengan baik juga selesai. Naskah adalah ciptaan leluhur Kadipaten Pakualaman, jadi saya sangat menghargai hal itu dan memohon restu ketika hendak membuatnya menjadi motif batik,” katanya. (cdr)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram