SLEMAN, BERNAS.ID - Film berjudul Akal Imitasi memberikan nilai edukasi dan moral tentang pemanfaatan teknologi agar dimanfaatkan secara bijak agar memberikan manfaat yang luas, terutama penguatan pendidikan karakter.
Penggunaan Media Digital
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi, mendampingi kepala sekolah se-Kabupaten Sleman menyaksikan film “Akal Imitasi”, Selasa (14/7) di CGV Maguwo.
Mustadi menerangkan kegiatan nonton bareng ini menjadi bagian dari sosialisasi pendidikan karakter yang dilakukan PT DL, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman melalui penayangan film. “Ini tahun kedua bekerja sama dengan PT DL, PH produksi film pendidikan, rekomendasi dari Kemendikdasmen yang menyampaikan informasi melalui media digital untuk penguatan karakter,” terang Mustadi.
Tujuan Kegiatan
Dengan menggandeng kepala sekolah, Mustadi berharap, nilai moral dalam film ini dapat memperkuat pendidikan karakter siswa-siswi Kabupaten Sleman. Hal ini sejalan tanggung jawab tenaga pendidik terhadap penguatan pendidikan karakter siswa. “Mari kita tingkatkan kualitas pendidikan kita. Tidak hanya mendidik anak-anak kita agar cerdas secara intelektual, namun juga cerdas hatinya, integritasnya juga tinggi.
Namun juga diingat, tanggung jawab bapak ibu juga tinggi,” ujar Mustadi.
Wakil Bupati Danang menyebut film menjadi salah satu media yang cukup efektif untuk memperkuat pendidikan karakter. Kombinasi visual dan alur cerita yang menarik, menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk memahami pesan moral dalam sebuah film.
Dikatakannya, film “Akal Imitasi” juga sebagai pengingat bahwa teknologi yang berkembang pesat saat ini sebagai alat bantu. Sedangkan pengendali utama kehidupan pada dasarnya adalah akal sehat dan hati nurani manusia. “Anak-anak yang saat ini sangat tergantung dengan gadget, harus kita sadarkan, bahwa teknologi adalah alat bantu.
Tapi semua keputusan dan tindakan itu dijalankan berdasarkan hati nurani dan akal sehat kita masing-masing,” tutur Danang
Ia pun berharap, nilai positif dari film “Akal Imitasi” dapat diterapkan oleh siswa-siswi Kabupaten Sleman. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara bijak dan memberikan manfaat yang luas, khususnya bagi kemajuan pendidikan Kabupaten Sleman.
Baca juga:
Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 23 September 2026. Pemanfaatan media digital di lingkungan sekolah menuntut keseimbangan antara penguasaan teknologi dan penguatan karakter siswa.
Pengingat semacam ini tetap relevan bagi pendidik, orang tua, dan pengambil kebijakan yang perlu merumuskan aturan bijak agar teknologi mendukung, bukan menggeser, pembinaan nilai dan sikap peserta didik.

