Pukul 05.30 WIB, Rabu (5/8/2026), suasana Pasar Induk Cianjur di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, sudah mulai ramai. Aroma manis nanas dan gula aren bercampur dengan aroma khas tauco menyambut setiap pengunjung yang masuk ke area los sentra oleh-oleh. Di sanalah, deretan pedagang manisan buah dan tauco legendaris yang sempat meredup kini kembali menunjukkan geliatnya.
Revitalisasi pasar yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026 terbukti membawa angin segar.
Tak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, revitalisasi ini juga menata ulang zona kuliner dan oleh-oleh, menjadikan sentra manisan dan tauco sebagai etalase utama.
Data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Cianjur mencatat, jumlah pengunjung Pasar Induk Cianjur naik 35% pada semester I 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan transaksi harian rata-rata mencapai Rp2,5 miliar.
Sentra Manisan dan Tauco: Warisan yang Tak Lekang Waktu
Manisan buah dan tauco bukan sekadar komoditas, melainkan identitas kuliner Cianjur yang telah dikenal sejak era kolonial. Di Pasar Induk Cianjur, setidaknya ada 45 pedagang manisan dan 12 produsen tauco yang bertahan.
Mereka kebanyakan merupakan generasi kedua atau ketiga dari perintis usaha pada 1950-an. Salah satunya adalah H. Asep Suherman (58), pemilik usaha manisan buah Cap Matahari yang sudah berdiri sejak 1962.
Ia mengaku omzetnya naik hingga 40% sejak pasar direvitalisasi.
"Dulu, sebelum direnovasi, banyak pembeli yang mengeluh karena tempatnya becek dan panas. Sekarang, los kami bersih, ada kipas angin, dan pencahayaannya bagus. Pembeli dari luar kota jadi betah, bahkan banyak yang foto-foto untuk konten media sosial," ujar Asep saat ditemui BERNAS.id di kiosnya, Rabu (5/8/2026).
Senada dengan Asep, Iis Kurniasih (45), produsen tauco Cap Jempol asal Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, mengungkapkan bahwa revitalisasi pasar juga mendorongnya untuk berinovasi. "Saya sekarang membuat tauco dalam kemasan botol kecil kekinian dengan label yang lebih modern.
Alhamdulillah, banyak yang suka, terutama anak muda," katanya.
Data dan Dampak Ekonomi Lokal
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
Berdasarkan data Diskopumdag Kabupaten Cianjur, total investasi revitalisasi Pasar Induk Cianjur mencapai Rp48,7 miliar yang bersumber dari APBD dan Kementerian PUPR. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan struktur bangunan, drainase, instalasi listrik, area parkir, serta pembangunan los khusus UMKM. Selain itu, revitalisasi ini juga berhasil menyerap 120 tenaga kerja baru di sektor informal, termasuk pekerja sortir buah, pengemas, dan kurir pengiriman daring.
Kepala Diskopumdag Kabupaten Cianjur, Dr.
H. Tb. Acep Hendra, M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong digitalisasi pemasaran bagi para pedagang. "Kami bekerja sama dengan platform e-commerce untuk memasarkan manisan dan tauco Cianjur ke pasar nasional.
Targetnya, pada akhir 2026, nilai transaksi daring dari sentra ini mencapai Rp500 juta per bulan," ungkapnya dalam wawancara khusus, Selasa (4/8/2026).
Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Suryakancana Cianjur, Dr. Dedi Mulyadi, M.M., menilai bahwa revitalisasi pasar tradisional bukan sekadar fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan dan inovasi produk. "Potensi manisan dan tauco Cianjur sangat besar. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi penopang ekonomi kreatif daerah dan menarik wisatawan kuliner," ujarnya.
Namun, di balik geliat positif tersebut, masih ada pekerjaan rumah.
Sebagian pedagang mengeluhkan kenaikan retribusi pasar yang mencapai 25% setelah revitalisasi. Mereka berharap Pemkab Cianjur memberikan keringanan, terutama bagi usaha kecil. Menanggapi hal ini, Tb.
Acep Hendra berjanji akan mengevaluasi kebijakan tarif dan memberikan subsidi silang bagi pedagang yang omzetnya belum stabil.
Masa Depan Sentra Oleh-Oleh Cianjur
Revitalisasi Pasar Induk Cianjur menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal. Dengan fasilitas yang lebih baik, manisan buah dan tauco Cianjur kini tidak hanya menjadi oleh-oleh khas yang diburu wisatawan, tetapi juga simbol ketangguhan pelaku UMKM dalam beradaptasi dengan zaman. Ke depan, Pemkab Cianjur berencana menggelar festival manisan dan tauco tahunan setiap bulan Agustus untuk memperingati HUT RI sekaligus mempromosikan produk unggulan daerah.
Langkah ini disambut antusias oleh pelaku usaha. "Kami siap menyambut festival tersebut.
Semoga ini bisa semakin mengangkat nama Cianjur di kancah nasional," tutup Asep dengan senyum optimis.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Revitalisasi Pasar Cianjur, Manisan dan Tauco Legendaris Menggeliat Lagi?
Sentra manisan dan tauco di Pasar Cianjur bangkit pasca revitalisasi. Omzet naik 40%, menyerap tenaga kerja baru, dan jadi ikon kuliner daerah.
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




