Pekerja informal dan pekerja mandiri di Indonesia tidak memiliki skema jaminan pensiun otomatis seperti PNS atau karyawan swasta.
Mereka harus membangun dana hari tua secara mandiri tanpa potongan iuran rutin dari perusahaan.
Laporan CNN Indonesia menyajikan strategi dari dua perencana keuangan untuk mengatasi persoalan ini. Mulai Sedini Mungkin, Alokasi Bisa 10 Sampai 40 Persen
Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning, Budi Rahardjo, menegaskan bahwa kunci pertama adalah waktu mulai. Semakin dini menyisihkan dana, semakin ringan porsinya.
"Misalnya, apabila kita ingin mempersiapkan dana hari tua dengan gaya hidup yang sama apabila dimulai di umur 20-an dengan rencana pensiun di usia 55 mungkin cukup dengan menyisihkan sekitar 10-15 persen dari pendapatan.
Namun, akan berbeda ketika dimulai di usia 40-an yang bisa mencapai 40 persen dari pendapatan," kata Budi, dikutip CNN Indonesia.
Selisih itu bukan tanpa alasan.
Pekerja yang baru mulai di usia 40-an punya horizon akumulasi lebih pendek, sehingga porsi setoran harus jauh lebih besar untuk mengejar target yang sama.
Rule of 4 Persen: Hitung Target Sebelum Menabung
Langkah kedua adalah menghitung target dana. Budi memakai pendekatan Rule of 4 persen, yaitu asumsi bahwa dana pensiun bisa ditarik 4 persen per tahun untuk membiayai hidup.
"Misalnya pengeluaran tahunan adalah Rp5 juta per bulan kali 12 = Rp60 juta per tahun. Maka kebutuhan dana hari tua kita adalah Rp60 juta / 4 persen = Rp1,5 miliar.
Namun, angka ini belum memperhatikan tingkat inflasi," ujarnya.
Budi mengingatkan bahwa angka itu masih kasar. Inflasi harus dimasukkan agar target dana tidak under-estimate dan justru habis sebelum waktunya. Tiru Disiplin Potongan 6 Persen Ala Karyawan Formal
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andi Nugroho, menawarkan jurus ketiga: meniru skema potongan gaji ala pekerja formal. Caranya dengan menyetor rutin ke DPLK atau instrumen investasi.
"Kita bisa mencontoh sistem yang digunakan oleh perusahaan dalam memotong gaji karyawannya untuk disisihkan masuk ke rekening BPJS hari tua, yaitu totalnya sebesar 5,7 persen per bulan atau bisa dibulatkan jadi 6 persen," kata Andi.
Dengan auto-debit sukarela, pekerja mandiri membangun disiplin yang biasanya datang otomatis bagi karyawan swasta.
Setoran kecil tapi konsisten dinilai lebih efektif ketimbang menabung besar namun tidak teratur. Hitung Selisih Usia Pensiun dan Harapan Hidup
Jurus keempat adalah mengestimasi kebutuhan berdasarkan selisih usia pensiun dan angka harapan hidup Indonesia yang sekitar 72 tahun. Andi memberi contoh perhitungan sederhana.
"Total dana yang dibutuhkan = (7 juta x 12 bulan) x 16 tahun = Rp1,344 miliar," ujarnya, dikutip CNN Indonesia.
Angka 16 tahun itu berasal dari jeda antara usia pensiun 56 tahun dan harapan hidup 72 tahun.
Namun Andi mengingatkan hitungan tersebut belum disesuaikan dengan inflasi dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Jangan Lupa Dana Darurat dan Proteksi
Di atas semua strategi itu, Budi menekankan pentingnya dana darurat dan proteksi sebagai pendamping rencana investasi. Tanpa keduanya, akumulasi dana pensiun berisiko tergerus kebutuhan mendesak.
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
"Kita tidak ingin hasil akumulasi dan pengembangan dana investasi nantinya terpakai untuk kondisi darurat.
Jadi alokasi dana darurat dan proteksi yang memadai sangat dibutuhkan sebagai pendamping rencana investasi kita," kata Budi.
Isu ini juga bersinggungan dengan tata kelola dana pensiun yang lebih luas.
Seperti dibahas dalam artikel Dana Pensiun Nasional 2026: Data Aktuaria Belum Terbuka, Pekerja Diminta Waspada, transparansi data aktuaria menjadi perhatian pekerja.
Peluang bagi Industri Keuangan dan Tekanan Fiskal Negara
Bagi industri jasa keuangan, segmen pekerja informal adalah pasar potensial yang besar namun belum tergarap optimal.
Pengelola DPLK, manajer investasi, dan platform reksa dana berpeluang meningkatkan penetrasi lewat produk dengan setoran fleksibel, termasuk nominal kecil.
Bagi pemerintah, mendorong kepesertaan sukarela BPJS dan DPLK dapat mengurangi beban fiskal jangka panjang.
Rendahnya cakupan jaminan hari tua di sektor informal menimbulkan risiko beban bantuan sosial di masa depan dan menghambat pendalaman pasar keuangan domestik.
Tekanan pada sisi upah juga masih menjadi konteks yang tak terpisahkan.
Tuntutan kenaikan upah minimum 2027 yang mencuat, seperti diberitakan dalam KSPI Tuntut Upah Minimum 2027 Naik 7,5 hingga 9,5 Persen, menunjukkan bahwa ruang fiskal pekerja memang sempit.
Tiga Langkah Konkret agar Data Ini Jadi Emas
BERNAS mengusulkan tiga langkah agar persoalan ini tidak berhenti jadi wacana.
Pertama, literasi keuangan terstruktur bagi pekerja informal lewat kanal digital, termasuk kalkulator pensiun sederhana berbasis Rule of 4 persen yang otomatis memperhitungkan inflasi.
Kedua, dorong adopsi auto-debit sukarela ke DPLK atau reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap dengan setoran minimal rendah. Ini meniru disiplin potongan 6 persen ala sektor formal tanpa membebani arus kas harian.
Ketiga, integrasi data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan platform perencanaan keuangan agar pekerja informal dapat memantau proyeksi dana hari tua secara real-time.
Pengingat otomatis dan opsi penyesuaian setoran saat pendapatan naik akan membuat rencana ini tetap hidup.
Pertanyaannya kini terbuka: mau menunggu perusahaan yang tak pernah ada, atau mulai memotong 6 persen dari pendapatan sendiri bulan ini juga?
[STRATEGI SOLUSI] Bagi pembaca yang ingin menata ulang perencanaan keuangan dan karirnya, ekosistem BERNAS menyediakan jalur belajar yang aplikatif.
Program Training NLP + Vibecoding + AI dari BERNAS mengajak peserta membangun sistem otomasi dan produk digital dengan AI, memakai studi kasus nyata dari ekosistem sendiri.
Untuk yang ingin memperkuat perencanaan bisnis dan keuangan usahanya, layanan Consulting Business Plan menyediakan sesi konsultasi satu lawan satu: diagnosa peluang, rekomendasi tools dan sistem, hingga rencana eksekusi terukur.
Bagi pelaku UMKM, 101 eBook UMKM dari UNMAHA (ebook.unmaha.ac.id) menyajikan panduan marketing, keuangan, dan operasional dalam format dialog AI dengan prompt siap pakai, mulai Rp60 ribu per buku.
Ingin mendesain ulang karir dan literasi finansial Anda untuk standar yang lebih mapan? Bergabunglah dengan UNMAHA - unmaha.ac.id/pmb.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Pekerja Informal Tanpa Skema Pensiun Harus Siapkan Dana Mandiri?
Tanpa potongan iuran otomatis dari perusahaan, pekerja mandiri harus membangun dana pensiun sendiri.
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




