Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

PAM JAYA Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di Forum PBB di New York

Oleh: Wahyu Praditya•23 September 2026
PAM JAYA Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di Forum PBB di New York
Foto: Istimewa
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin memaparkan pengelolaan air minum perpipaan Jakarta di forum PBB New York untuk target cakupan 100 persen pada 2029."
PAM JAYA paparkan pengelolaan air Jakarta di Forum PBB di New York

🗓️ Dipublikasikan pada 23 September 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin memaparkan pengelolaan layanan air minum perpipaan di Jakarta dalam Private CEO Roundtable di New York, Amerika Serikat. Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly yang mempertemukan pemimpin dan pemangku kepentingan global.

Partisipasi PAM JAYA di Forum Internasional

Arief menyebut PAM JAYA hadir atas undangan Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates (UAE) selaku penyelenggara forum. Ia menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang diminta menyampaikan perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di Jakarta.

"PAM JAYA hadir atas undangan Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates (UAE) selaku penyelenggara acara tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di Jakarta," kata Arief dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Target Pengembangan Layanan Air

Dalam forum tersebut, Arief menyampaikan target PAM JAYA mencapai cakupan layanan 100 persen pada 2029. Untuk mencapai target itu, kapasitas produksi ditargetkan meningkat menjadi 32.950 liter per detik dengan pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer.

Menurut Arief, perluasan layanan air perpipaan juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah. Langkah tersebut berkaitan dengan upaya mengurangi dampak penurunan muka tanah serta meningkatkan ketahanan Jakarta menghadapi perubahan iklim.

Kebutuhan Investasi dan Revitalisasi Jaringan

PAM JAYA juga menghadapi kebutuhan investasi untuk revitalisasi jaringan perpipaan. Arief mengatakan sebagian jaringan yang ada telah berusia lebih dari dua dekade sehingga membutuhkan pembaruan untuk meningkatkan kualitas layanan dan menekan kehilangan air atau non-revenue water (NRW).

"Kebutuhan investasi menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan. PAM JAYA terus mendorong revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW)," ujarnya.

Penjajakan Kerja Sama dan Teknologi

Selain pengembangan jaringan, PAM JAYA menjajaki peluang kerja sama di sektor water cooling untuk kebutuhan data center. Penjajakan tersebut berkaitan dengan potensi penyediaan kebutuhan air bagi perkembangan industri berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

PAM JAYA juga melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan sejumlah pemimpin bisnis. Skema tersebut dibahas sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air di Jakarta.

Arief turut memaparkan transformasi pengelolaan PAM JAYA melalui pemanfaatan teknologi. Sejumlah sistem yang digunakan antara lain smart water meter, integrated billing system, dan enterprise resource planning (ERP).

"Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus ditempatkan di bagian paling fundamental," kata Arief.

Upaya Pertukaran Pengetahuan Internasional

Keterlibatan PAM JAYA dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan dan penjajakan kerja sama internasional di sektor air. Pembahasan mencakup pengembangan infrastruktur, kebutuhan investasi, teknologi pengelolaan air, serta dukungan terhadap kebutuhan industri di Jakarta.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram