Kabar Duka yang Mengejutkan
Maestro seni rupa Indonesia asal Cilacap yang menetap di DIY, Nasirun, meninggal dunia di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta sekitar pukul 05.58 WIB.
Jenazah akan dimakamkan pukul 14.00 WIB di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Bantul.
Kehilangan ini terjadi secara mendadak dan mengejutkan banyak pihak karena interaksi terakhir dengan lingkungan sekitar masih berlangsung normal.
Nasirun sempat mengeluh dada sakit dan asam lambung menjelang akhir hayatnya. Meski demikian ia masih sempat berbincang dengan tetangga.
Kondisi ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan yang dapat terjadi pada kesehatan seorang seniman senior yang aktif berkarya. Penyebaran Kabar dan Reaksi Lingkungan
Kabar tersebut menyebar cepat melalui tetangga dan media nasional.
Tetangga Bimo Aditya menyatakan sedang bersiap menuju rumah duka karena interaksi terakhir masih normal sehari sebelumnya.
Suasana di Perum Bayeman Permai, Onggobayan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY menjadi penuh duka cita.
Jenazah masih berada di rumah sakit saat dikonfirmasi pukul 08.00 WIB.
Proses pemakaman yang direncanakan di Makam Seniman Girisapto Imogiri mencerminkan penghormatan komunitas terhadap sosok yang telah lama berkontribusi dalam dunia seni rupa nasional.
Ungkapan Duka dari Tokoh Publik
Tokoh publik turut menyampaikan duka. Moh Mahfud MD menyebut Nasirun sebagai sahabat baik yang pernah memberikan lukisan padanya.
Ia mengatakan, "Inna lillah wa inna ilaihi raji'un. Sahabat baik sy, perupa NASIRUN, wafat hr ini tgl 1 - 8 - 2026. Sy ultah, 13/7/2026 almarhum menghadiahkan lukisannya kpd sy.
Selamat jalan, Sahabat Nasirun. Semoga Anda masuk ke surga-Nya sebagai balasan atas amal baikmu."
Fadlizon menyebut kehilangan salah satu perupa terbaik Indonesia di zamannya. Ia menyatakan, "Selamat jalan Mas Nasirun, seorang maestro perupa Indonesia.
Kita kehilangan seniman besar, salah seorang perupa terbaik Indonesia di zaman ini. Ia telah dipanggil Yang Maha Kuasa pagi ini jam 6 pagi.
Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT." Dampak bagi Ekosistem Seni
Kehilangan tokoh sentral ini berpotensi memengaruhi aktivitas galeri dan pelelangan karya seni terkait Nasirun dalam jangka pendek di Yogyakarta dan nasional.
Sebagai maestro yang berkarya di DIY, Nasirun memiliki posisi penting dalam jaringan apresiasi seni rupa Indonesia.
Hal ini membuat komunitas perlu memikirkan langkah pelestarian yang lebih terstruktur.
Nasirun menjadi topik paling dicari di Google Trends Indonesia. Tren pencarian ini menegaskan dampak luas kehilangan ini bagi apresiasi seni rupa nasional.
Masyarakat seni diharapkan mendorong program kesehatan preventif berbasis komunitas bagi seniman senior serta digitalisasi arsip karya untuk pelestarian warisan budaya.
Langkah tersebut penting agar warisan maestro seperti Nasirun tetap hidup dan dapat diakses generasi mendatang.
Digitalisasi arsip memungkinkan karya-karya yang telah diciptakan tetap terjaga meskipun sang seniman telah tiada.
Program kesehatan preventif juga menjadi perhatian agar seniman senior lainnya dapat terus berkarya dengan kondisi yang lebih terjaga. Makna Kehilangan bagi Komunitas
Kehilangan maestro seperti Nasirun membuka ruang bagi komunitas untuk memperkuat ekosistem seni melalui digitalisasi arsip dan program kesehatan preventif.
Langkah ini dapat menjadi model pelestarian warisan budaya yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kontribusi Nasirun dalam dunia seni rupa Indonesia tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi fondasi bagi upaya pelestarian yang lebih luas di masa depan.

