Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Meriah, Kirab Gunungan Undhuh-undhuh 2025

Oleh: Redaksi Bernas•8 Juni 2025
Meriah, Kirab Gunungan Undhuh-undhuh 2025
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Sebuah perhelatan budaya dan spiritual lintas iman kembali mewarnai kota Yogyakarta. Kirab Gunungan Undhuh-undhuh Tahun 2025 atau yang k..."

🗓️ Dipublikasikan pada 8 Juni 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita budaya terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Sebuah perhelatan budaya dan spiritual lintas iman kembali mewarnai kota Yogyakarta. Kirab Gunungan Undhuh-undhuh Tahun 2025 atau yang ke-7, digelar pada Minggu pagi, 8 Juni 2025. Ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas limpahan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa sekaligus peneguhan kembali identitas Kota Yogyakarta sebagai kota toleransi yang menjunjung tinggi keberagaman dan kebersamaan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara GKJ Gondokusuman, RKB Kelurahan Klitren, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta, yang bersatu untuk menghadirkan momentum kebersamaan antar umat beriman dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan.

Kirab ini diikuti oleh 7 andong kehormatan, yang membawa Wali Kota Yogyakarta, Ketua DPRD Kota, serta para tokoh agama lintas iman.

Selain itu, ada lebih dari 20 gunungan, yang berasal dari gereja-gereja sekitar, perwakilan 6 agama, perguruan tinggi, sekolah, dan kelompok masyarakat.

Rombongan drum band dan Barongsai turut memeriahkan acara. Kirab ini diikuti oleh sekitar 500 orang peserta perwakilan dari tokoh-tokoh agama, kalangan Pendidikan, Kesehatan, paguyuban pedagang kaki lima dan masyarakat Klitren dan sekitarnya.

Baca juga: Meriah, Rebutan 7 Gunungan Snack di Nyadran Ageng Kiai Demak Ijo

Rombongan Start pukul 09:00 WIB dari Kantor Kelurahan Klitren, melintasi Jalan Solo dan Jalan dr. Wahidin.

Di depan GKJ Gondokusuman, diselenggarakan prosesi Sendratari Religius, sambutan dari Wali Kota Yogyakarta, dan pemberkatan gunungan oleh 6 tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Kota Yogyakarta.

“Luar biasa, saya sudah 50 tahun tidak naik dokar,” ujar Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo yang ikut kirab naik andong.

Ia mengaku, makna acara ini sebagai rasa syukur. Kedua bentuk kerukunan umat beragama

“Toleransi umat beragama harus kita jaga bersama-sama. Setuju nggih? karena Jogja menjadi lambang pemersatu beragam etnis,” ujar Hasto dalam guyuran hujan gerimis.

Semua gunungan lantas diberkahi oleh keemam pemuka agama.

Kirab berakhir di Embung Langensari.

Di lokasi Embung Langensari, masyarakat menikmati rayahan gunungan, pertunjukan seni lintas budaya, serta bazaar UMKM lokal yang menampilkan kekayaan potensi warga Klitren dan sekitarnya.

Baca juga: Makna Dibalik Gunungan

Ketua Panitia Joko Pamungkas menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini bisa menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman, serta menjadi pengingat bahwa doa, syukur, dan toleransi dapat berjalan beriringan dalam ruang publik.

“Kirab Gunungan Undhuh-undhuh 2025 ini sebagai ucap syukur dan pesta budaya sekaligus perayaan spiritual yang mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Kota Yogyakarta,” kata dia. (den)

 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram