Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjanjikan harga beras akan turun pada pekan ini, Senin (21/9), di kediamannya di Jakarta Selatan.
Janji itu disampaikan saat harga beras medium nasional justru tercatat naik Rp110 per kilogram (0,76 persen) menjadi Rp14.644/kg pada minggu ketiga September 2026, dari Rp14.534/kg pada Agustus.
Harga beras premium juga naik Rp113 per kilogram (0,69 persen) dari Rp16.382/kg menjadi Rp16.495/kg, menurut data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Kenaikan harga itu terjadi di tengah klaim pemerintah bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melimpah. Paradoks Stok Melimpah, Harga Tetap Naik
Amran mempertanyakan alasan kenaikan harga ketika pasokan dianggap cukup. "Dulu, kalau tidak ada stok, harga naik kan? 'Wah, menterinya salah nih, impor'.
Begitu sekarang banyak beras apa alasannya lagi? Ndak ada alasan. Tidak impor, apa alasannya lagi?" kata Amran, dikutip dari CNN Indonesia.
Ia juga meminta publik mendoakan agar harga beras turun. "Pasti turunlah (harga beras pekan ini). Doakan. Pasti turun," ujarnya.
Soal pasokan ke ritel, Amran menegaskan Bulog sudah diperintahkan mengirim beras. "Sudah dikirim (pasokan beras ke ritel). Kami sudah perintahkan Bulog.
Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton, 4,6 (juta stok beras Bulog) hari ini. Kita sewa gudang 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman," katanya.
Situasi ini diperparah oleh penertiban beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai label.
Sebanyak 25 merek ditemukan tidak memenuhi standar mutu, dan 11 pelaku usaha menerima surat peringatan dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).
Seluruh merek bermasalah disebut menghentikan produksi hingga minggu pertama September 2026. Amran menyebut langkah moratorium sebagai respons. "Dimoratoriumkan.
Cabut izinnya dulu," ujarnya terkait penetapan HET beras fortifikasi. Beban Rumah Tangga dan Tekanan Inflasi Pangan
Kenaikan harga beras medium dan premium month-to-date pada September 2026 berkontribusi pada inflasi pangan (volatile food) yang menjadi komponen sensitif dalam indeks harga konsumen.
Beban biaya pangan rumah tangga meningkat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang mengandalkan beras medium.
Ketika harga naik meski stok CBP besar, efektivitas transmisi kebijakan stabilisasi pangan dipertanyakan publik.
Tambahan kuantum SPHP 1 juta ton dan bantuan pangan untuk 33,4 juta penerima merupakan stimulus fiskal-pangan yang membebani APBN namun bertujuan menahan inflasi.
Penertiban beras fortifikasi berpotensi mengganggu pasokan ritel jangka pendek, yang dapat memperkuat tekanan harga.
Hal ini sejalan dengan dinamika pasar pangan yang juga tercermin pada Harga Cabai Rawit Tembus Rp99.550/Kg, Telur Rp31.550 — PIHPS Peringatkan Inflasi Pangan, di mana tekanan pada komoditas pangan pokok menjadi perhatian bersama.
Dampak bagi Ritel dan Produsen Beras
Pelaku ritel modern dan pedagang beras menghadapi ketidakpastian pasokan akibat moratorium dan penarikan 25 merek beras fortifikasi dari peredaran.
Produsen beras fortifikasi yang terkena surat peringatan berisiko kehilangan izin dan menghadapi proses hukum.
Di sisi lain, Bulog dan jaringan ritel menerima tambahan pasokan SPHP, yang dapat menekan margin pedagang tradisional jika harga eceran turun.
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
Kenaikan harga beras medium dan premium month-to-date meningkatkan pendapatan nominal pedagang, tetapi menekan daya beli konsumen dan berpotensi menurunkan volume penjualan ritel beras premium.
Tekanan biaya energi juga memperumit situasi.
Seperti tercatat dalam Harga Dexlite Naik 1 September 2026 Jadi Rp23.700 per Liter, kenaikan harga bahan bakar berkontribusi pada biaya distribusi pangan yang pada akhirnya membebani konsumen.
Tiga Langkah Berbasis Data untuk Stabilisasi Pangan
Publik menyoroti paradoks antara klaim stok melimpah dan kenaikan harga riil.
Pernyataan Amran yang meminta publik mendoakan agar harga turun dipandang sebagian kalangan sebagai respons yang kurang operasional.
Kekesalan konsumen menguat karena harga medium dan premium justru naik pada periode yang sama dengan janji penurunan.
Isu mafia beras fortifikasi menjadi perbincangan publik, dengan dukungan terhadap penertiban, namun juga kekhawatiran akan kelangkaan pasokan di ritel.
Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan pendekatan berbasis data dan teknologi.
Pertama, dasbor stabilisasi pangan real-time yang mengintegrasikan data SP2KP, stok CBP Bulog, dan point of sales ritel modern untuk memantau harga harian per kabupaten/kota.
Dengan begitu, operasi pasar dapat ditargetkan pada wilayah dengan deviasi harga lebih dari 5 persen dari HET.
Kedua, audit rantai pasok beras fortifikasi melalui pemetaan digital pemasok, distributor, dan pengecer.
Tujuannya memastikan moratorium tidak menciptakan kekosongan pasokan, sekaligus mempercepat relaksasi bagi produk yang lolos uji mutu.
Ketiga, skema insentif distribusi berbasis kinerja bagi ritel dan distributor yang menyalurkan beras SPHP tepat waktu dan pada harga HET, dengan monitoring melalui tanda terima digital.
Pendekatan ini menyeimbangkan penegakan mutu pangan, stabilisasi harga, dan perlindungan daya beli masyarakat.
Transparansi data stok dan mekanisme operasi pasar yang terukur menjadi kunci memulihkan kepercayaan publik.
Tanpa itu, janji penurunan harga akan terus berbenturan dengan realitas angka di pasar yang justru bergerak sebaliknya.
[STRATEGI SOLUSI]
Menghadapi kompleksitas stabilisasi pangan dan fluktuasi harga komoditas, pelaku usaha ritel, distributor, dan produsen pangan membutuhkan sistem pemantauan dan otomasi yang andal.
BERNAS menawarkan solusi terintegrasi untuk memperkuat ketahanan bisnis Anda:
- Konsultasi Business Plan: Susun roadmap transformasi digital berbasis AI untuk bisnis pangan Anda, dari diagnosa peluang hingga rencana eksekusi terukur.
- Adolo (Business Model Automation 5.0): Petakan bagian bisnis yang bisa berjalan tanpa kehadiran pemilik, lalu otomatiskan satu per satu.
- Jasa SEO & Ads BERNAS: Tingkatkan visibilitas brand pangan Anda di mesin pencari dengan audit teknis dan optimasi kata kunci.
Kunjungi portal BERNAS untuk informasi lebih lanjut dan mulai bangun sistem bisnis yang lebih tangguh menghadapi dinamika pasar.
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Mentan Amran Janji Harga Beras Turun Pekan Ini, Harga Medium Justru Naik Rp110/kg?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjanjikan harga beras turun pekan ini. Namun data SP2KP menunjukkan harga medium dan premium justru naik pada mingg
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




