Jakarta Dikepung Masalah, Pengamat: Gubernur Harus Bertindak, Bukan Hanya Minta Maaf

JAKARTA, BERNAS.ID – Kemacetan parah di Tanjung Priok selama tiga hari berturut-turut memperburuk deretan masalah yang tengah melilit Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menyampaikan permintaan maaf dan menyalahkan lonjakan aktivitas truk bongkar muat Pelindo sebagai penyebab utama.
Baca Juga : Pengamat Minta Pemprov DKI Lakukan Kajian Sebelum Terapkan Taman Buka 24 Jam
Namun pengamat kebijakan publik Sugiyanto (SGY) menilai permintaan maaf itu tidak cukup.
“Gubernur harus bertindak nyata, bukan hanya minta maaf.
Warga butuh solusi cepat dan terukur,” tegas SGY, Sabtu (19/4/2025).
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolIa menyoroti lemahnya koordinasi antara instansi serta minimnya antisipasi terhadap potensi krisis di ibu kota.
Tak hanya Tanjung Priok, Jakarta kini juga tengah dihantam sejumlah persoalan serius lain, seperti banjir dan bau menyengat dari fasilitas RDF Rorotan yang membuat peresmian ditunda.
Kemudian kasus pembubaran paksa pendemo di depan DPR/MPR oleh Satpol PP yang menuai kecaman, program normalisasi Ciliwung yang macet, serta sistem Bank DKI yang dibobol, memicu kekhawatiran soal keamanan dana publik.
Baca Juga : Pramono-Rano Harus Antisipasi Manuver Pejabat yang Berebut Jabatan di Awal Pemerintahan
“Ini bukan soal satu-dua masalah teknis.
Ini menunjukkan krisis tata kelola.
Gubernur harus segera membenahi cara kerja seluruh jajaran,” tambah SGY.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan publik dalam proses pengambilan keputusan.
“Jangan semua ditangani tertutup.
Masyarakat Jakarta harus diajak berpikir dan bertindak bersama,” katanya.
Meski mengapresiasi sikap tenang dan terbuka Gubernur Pramono, SGY menegaskan bahwa kepemimpinan dinilai dari tindakan, bukan pernyataan.
“Situasi Jakarta hari ini butuh kerja konkret, bukan pencitraan,” pungkasnya. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Andra Soni Nilai MRT Kembangan–Balaraja Penting untuk Urai Arus Pekerja Banten–Jakarta
Amankan Pangan, Dharma Jaya Datangkan 3.139 Sapi dari Australia
Andra Soni Nilai MRT Kembangan–Balaraja Penting untuk Urai Arus Pekerja Banten–Jakarta
Amankan Pangan, Dharma Jaya Datangkan 3.139 Sapi dari Australia
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Transformasi Digital Perpajakan Sultra Panduan Strategis Daftar NPWP Online untuk Gener...
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di dk jakarta
Semantic Authority Linker
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda