Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Bikin Gaduh, Kebijakan Menteri Bahlil Soal Pengecer 3Kg Dicabut Presiden

Oleh: Redaksi Bernas•4 Februari 2025
Bikin Gaduh,  Kebijakan Menteri Bahlil Soal Pengecer 3Kg Dicabut Presiden
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA, BERNAS.ID – Kontroversi kebijakan Menteri ESDM membuat Presiden akhirnya angkat suara. Presiden menegaskan kebijakan larangan pedagang eceran untuk men..."

🗓️ Dipublikasikan pada 4 Februari 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita politik terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Kontroversi kebijakan Menteri ESDM membuat Presiden akhirnya angkat suara.

Presiden menegaskan kebijakan larangan pedagang eceran untuk menjual LPG 3 Kg, dianulir. Pasalnya, ternyata hal itu bukan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga : Mujiyono Harap Pembatasan LPG 3 Kg Jangan Sampai Rugikan Masyarakat Kecil dan UMKM

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memastikan, sebenarnya kebijakan yang dikeluarkan Menteri ESDM bukan kebijakannya dari Presiden. Melihat situasi terkini, Presiden Prabowo pun telah menginstruksikan agar larangan tersebut dicabut.

“Melihat situasi dan kondisi, tadi Presiden turun tangan untuk menginstruksikan agar para pengecer bisa berjalan kembali sambil pengecer itu dijadikan sub pangkalan, administrasi segala macamnya bisa sambil berjalan saja,” jelas Dasco.

Baca Juga : Menteri Bahlil Usulkan Pengecer LPG 3Kg Jadi Sub Pangkalan Gas

Sebelumnya, kebijakan Menteri ESDM membuat efek negatif di masyarakat..

Efek panic buying membuat masyarakat kebingungan mencari gas “melon”.

Bahkan, kebijakan Bahlil memakan korban seorang warga Pamulang Barat, Tangerang Selatan, YO, meninggal dunia usai mengantre pembelian LPG 3 kg pada Senin (3/2/2025).

YO dikabarkan sempat jatuh pingsan usai membawa pulang dua tabung gas dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Adik korban, RO (51) menjelaskan, sebelumnya sang kakak masih beraktivitas seperti biasa. Mulai dari bangun pagi, membuka warung karena berdagang dan menyiapkan lontong. (FIE)

 

 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram