Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Begini Pendapat Haedar Nashir Terkait Polemik Trans 7 dan Pondok Pesantren

Oleh: Redaksi Bernas•16 Oktober 2025
Begini Pendapat Haedar Nashir Terkait Polemik Trans 7 dan Pondok Pesantren
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"MALANG, BERNAS.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi soal kasus polemik Trans 7 dengan Pondok Pesantren yang ramai belakangan ini..."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 Oktober 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

MALANG, BERNAS.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi soal kasus polemik Trans 7 dengan Pondok Pesantren yang ramai belakangan ini.

Menurut Haedar, kasus tersebut seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak, baik media, lembaga keagamaan, maupun masyarakat umum, untuk saling introspeksi dan meningkatkan kualitas moral serta profesionalisme.

Haedar mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi ada batasnya, yakni batas moral, etika, dan tanggung jawab sosial agar tidak menimbulkan keresahan dan perpecahan di masyarakat.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, Haedar menekankan pentingnya setiap pihak, termasuk media massa dan warganet, untuk menggunakan kebebasan dengan bijak serta mengedepankan nilai-nilai keadaban publik.

Ia menegaskan, media dan semua pihak sebaiknya menghormati para kyai dan Pesantren yang selama ini memiliki jasa besar dalam mencerdaskan umat, menjaga moral bangsa, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, penghormatan itu bukan berarti menutup ruang kritik, tetapi menempatkannya dalam koridor yang santun, objektif, dan membangun.

Selain itu, Haedar juga mengingatkan agar warganet dan pelaku media digital ikut menahan diri dan tidak memperluas konflik dengan komentar yang provokatif.

“Kami harapkan juga media sosial harus cooling down kalau ada masalah. Jangan sampai istilahnya, kolamnya keruh tapi ikannya tidak dapat.

Masalah selalu ada dalam kehidupan kebangsaan, tapi semuanya harus diselesaikan secara dewasa dan dalam koridor yang tepat,” pesan Haedar selepas membuka Rakornas Rektor PTMA di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (16/10).

Baca juga: Trans7 Beri Kesempatan Berkarir di Dunia Televisi

“Kita juga, lembaga-lembaga kemasyarakatan dan keagamaan, harus terus meningkatkan kualitas agar memperoleh kepercayaan di masyarakat, sehingga bisa memberi sumbangan terbaik untuk bangsa dan negara,” imbuh Haedar. (den)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram