Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Anggota Komisi II DPR RI Sebut Pentingnya Sosialisasi Pemilu agar Jurdil

Oleh: Redaksi Bernas•11 Oktober 2022
Anggota Komisi II DPR RI Sebut Pentingnya Sosialisasi Pemilu agar Jurdil
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Anggota Komisi II DPR RI, Sukamto mengisi kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemilu Serentak tahun 2026 di Sleman..."

🗓️ Dipublikasikan pada 11 Oktober 2022.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita politik terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID – Anggota Komisi II DPR RI, Sukamto mengisi kegiatan “Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemilu Serentak tahun 2024” di Sleman, Selasa (11/10). Kegiatan ini bekerjasama dengan KPU Sleman.

“Sasaran utama kami adalah pemilihan itu nanti jurdil dan jangan sampai tidak ada yang tak mendapat kartu suara,” tuturnya ke awak media.

Baca Juga Pemda DIY Dukung Satu Data Nasional, Minimalisir Duplikasi Ganda

Ia mengatakan pihaknya akan banyak melakukan sosialisasi tentang pendidikan pemilu serentak 2024. “Jadi, baru kali ini, kami akan banyak melakukan sosialisasi tentang KPU dan Bawaslu agar pemilih itu paham, nanti pemilih datang ke mana,” ujarnya.

“Minimal 90 persen harapan kami untuk di Yogyakarta, syukur mendekati 100 persen,” imbuhnya.

Lanjut tambahnya, sosialisasi bertujuan agar minimal para pemilih minimal namanya terdaftar dulu. “Mereka harus tahu dan namanya terdaftar dulu. Nanti akan otomatis datang ke TPS.

Antisipasi jangan sampai orang tidak menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Selain itu, ia nanti berharap Pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik tanpa ada kendala. “Tanggal 14 itu kan hari Valentine, harapannya memilih dengan damai, nyaman, semua bisa memilih, dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Baca Juga Gubernur DIY Ajak Tertib Pendataan Karya Budaya

Menurutnya, pemilu 2024 nanti baru pertama akan digelar untuk pemilihan yang dilakukan secara serentak sejak Kemerdekaan. “Pemilihan DPR tingkat kabupaten, provinsi, pusat, lalu DPD dan Presiden. Kemudian tanggal 27 November, pemilihan gubernur, walikota, dan bupati,” ucapnya.

Untuk mencegah money politics di Yogyakarta, ia mengatakan akan selalu berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Polda. “Kedua jangan sampai mereka termakan hoaks, kalau informasi yang sebenarnya bisa bertanya ke kelurahan,” tukasnya. (jat)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram