Ancaman Bencana Hidrometeorologi Jember Siaga 1, Kepala BPBD Jember Imbau Warga Hindari Aliran Sungai

JEMBER, BERNAS.ID– Ancaman bencana hidrometeorologi membayangi Kabupaten Jember pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026.
Dalam peta kebencanaan, Kabupaten Jember masuk dalam rawan bencana, terutama banjir tanah longsor dan puting beliung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Dr.
Edi Budi Susilo, M.Si, menyebutkan, Jember saat ini masuk dalam wilayah ekstrem.
Baca juga: Realisasi Belanja APBN Jember dan Lumajang di Atas Lima Puluh Persen
“Oleh BMKG Jember dikategorikan wilayah ekstrem dengan adanya curah hujan yang relatif tinggi,” ucap Edi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (22/1/2026).
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Menurut Edi Budi Susilo, yang baru 2 minggu dilantik oleh Bupati Fawait untuk menjabat Kepala BPBD Jember, sudah banyak terjadi insiden kecelakaan akibat curah hujan yang tinggi.
“Sejak awal Januari ini, sudah ada bencana longsor, pohon tumbang akibat puting beliung, dan rumah roboh.
Relatif hampir setiap hari terjadi,” ungkap Edi.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Peristiwa tanah longsor yang masih hangat terjadi tadi malam di belakang gedung Serbaguna.
Di belakangnya digunakan sebagai kantor Diskominfo.
Tanah miring di pinggir sungai dekat dengan tembok pembatas ambrol.

Kendaraan operasional salah satu OPD terperosok akibat tanah longsor (foto: Bernas.id/Sigit)
“Tadi malam juga, lingkungan kita (Pemkab), kantor kita (Diskominfo), di BSG (Balai Serbaguna) tanah di atas pagar lebih kurang 30 meter sudah ambrol,” ungkap Edi.
Salah satu mobil dinas yang terparkir di sana ikut jatuh terperosok ke bawah sedalam 10 meter.
“Kita tadi malam rame-rame bersama komunitas Jeep Raung, Dishub dan relawan Destana Kecamatan Kaliwates, kita selesaikan.
Laporan pukul 18.00 masuk, pukul 21.00 selesai,” terang Edi.
Beberapa kejadian bencana disebut olehnya.
Seorang warga Desa Mojomulyo sedang mencari biawak terpeleset di Jembatan Merah Putih hingga jatuh ke sungai dan akhirnya tenggelam, ditemukan dalam keadaan meninggal.
Seorang pemuda, Rama, terpeleset di Dam di Desa Curahmalang, tenggelam hingga meninggal dunia.
Baca Juga : BPBD DIY Kirim Bantuan Makanan dan Logistik ke Area Terdampak Bencana
Edi mengingatkan warga masyarakat agar berhati-hati saat musim penghujan, dampak dari bencana hidrometeorologi ini.
“Saya minta kepada masyarakat sebisa mungkin menghindari daerah aliran sungai saat musim penghujan ini,” tegas Edi.
Ia telah mengeluarkan surat kepada para camat untuk bersiaga dalam menghadapi situasi ekstrem ini.
(sgt)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
KPPN Jember Beri Piagam Penghargaan kepada Puluhan Satker
KPPN Jember Beri Piagam Penghargaan kepada Puluhan Satker
Bandung Unggul Digital: Strategi Emas Meraih Peluang Remote Global
Mengurai Benang Kusut Internet Surabaya: Strategi Cerdas Akses Merata untuk Produktivitas Optimal
3 Prajurit Gugur di Lebanon Disebut Layak Jadi Pahlawan Nasional
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di jawa timur
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda