Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Udeng: Ikat Kepala yang Jadi Identitas Bali

Oleh: Redaksi Bernas•9 Maret 2016
Udeng: Ikat Kepala yang Jadi Identitas Bali
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"BALI HarianBernas com Indonesia terkenal dengan budayanya yang kaya Kebudayaan itu tidak hanya dari bahasa ataupun tari tradisional namun juga dari pakaian..."

🗓️ Dipublikasikan pada 9 Maret 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita budaya terbaru →

BALI, HarianBernas.com – Indonesia terkenal dengan budayanya yang kaya. Kebudayaan itu tidak hanya dari bahasa ataupun tari tradisional namun juga dari pakaian tradisional yang digunakan. Jika orang Jogja memiliki penutup kepala khas yang dinamakan Blangkon, maka masyarakat Bali juga memiliki ikat kepala khas yang dinamakan Udeng.

Jika berkunjung ke Bali atau melihat tayangan di televisi mengenai pria Bali, biasanya mereka menggunakan ikat kepala yang khas.

Ikat kepala ini menjadi tanda bahwa pria yang memakainya berasal dari Pulau dewata.

Udeng memiliki bentuk yang unik dan asimetris. Sisi sebelah kanan Udeng lebih tinggi daripada sisi sebelah kiri, artinya orang-orang harus banyak berbuat kebaikan karena kebaikan diibaratkan sisi sebelah kanan.

Ikat kepala yang memiliki banyak motif ini bisa dipakai untuk segala usia dan tidak mengenal perbedaan sosial. Siapapun bisa memakainya mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Motif yang beragam seperti putih, bercorak batik, ornamen metalik, dan sebagainya membuat masyarakat luar Bali juga tertarik untuk memakainya.

Untuk membuat sebuah Udeng diperlukan kain sepanjang setengah meter dengan keterampilan berbeda. Udeng banyak dibuat oleh masyarakat Bali di daerah Karangasem, tepatnya di desa Sidemen yang terkenal sebagai desa pengrajin kain.

Pemakaian Udeng tidak hanya ketika ada acara tertentu atau ketika hari-hari besar datang. Kaum pria di Bali dapat memakai Udeng ketika beraktivitas sehari-hari baik acara formal ataupun informal.

Namun ada pengecualian ketika acara ibadah di Pura. Biasanya kaum pria Bali akan menggunakan Udeng berwarna putih polos.

Udeng digunakan dengan tujuan menjaga rambut agar tidak rontok karena jika rontok dianggap mengotori kesucian Pura.

Tag:#budaya#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram