Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ada Museum di Kali Code, Ketua RT: Kami Sangat Kehilangan

Oleh: Redaksi Bernas•24 Februari 2016
Ada Museum di Kali Code, Ketua RT: Kami Sangat Kehilangan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA HarianBernas com Kali Code yang terletak di Yogyakarta merupakan sungai yang cukuunik Tidak seperti sungai pada umumnya bantaran sungai yang..."

🗓️ Dipublikasikan pada 24 Februari 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Kali Code yang terletak di Yogyakarta merupakan sungai yang cukup unik. Tidak seperti sungai pada umumnya, bantaran sungai yang kebanyakan kumuh dan tidak diperhatikan oleh warga, di bantaran kali Code anda akan menemukan bangunan yang telah tertata rapi dan bersih.

Sungai yang mata airnya bersumber dari lereng gunung Merapi ini semakin unik karena warga telah membangun museum di bantaran kali Code. Museum ini diberi nama “Museum Romo Mangun”.

Museum yang berdiri di dekat Jembatan Gondolayu ini dibangun oleh warga untuk meneruskan perjuangan Romo Mangun dalam menata bantaran kali Code.

Romo Mangun yang bernama lengkap YB Mangunwijaya ini merupakan seorang pastur yang juga seorang arsitek dan juga budayawan yang peduli dengan lingkungan kali Code.

Untuk mewujudkan bantaran kali Code yang bersih dan tertata rapi, sekitar tahun 1970-an Romo Mangun tinggal di bantaran kali Code.

Selain agar lebih dekat dengan masyarakat bantaran kali Code, Romo Mangun memilih tinggal di bantaran kali Code agar dapat memberi contoh kepada masyarakat agar lebih peduli lingkungan di sekitar sungai.

Perjuangannya membuahkan hasil. Tepatnya pada tahun 1992 kali Code mendapatkan penghargaan Aga Khan Award sebagai perkampungan yang terletak di bantaran sungai yang memiliki rancangan yang baik di dunia.

Perjuangan Romo Mangun untuk melestarikan lingkungan di bataran kali Code membuatnya sangat dekat dengan masyarakat. Sepeninggalnya beliau, masyarakat merasa sangat kehilangan.

Untuk menghargai dan meneruskan jasa Romo Mangun, masyarakat berinisiatif untuk membangun sebuah museum di bantaran kali Code.

Dengan menggunakan dana dari swadaya masyarakat serta relawaan dariberbagai pihak, museum inipun dibangun dan dapat berdiri tegak di bantaran kali Code.

“Masyarakat bersedih sepeninggalan Romo, dari itulah kami mendirikan museum ini untuk melanjutkan perjuangan Romo”, tutur Slamet, salah satu ketua RT di bantaran kali Code.

Tag:#nasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram