LAMPUNG, HarianBernas.com – Zaman yang semakin berkembang juga memiliki dampak buruk pada dunia pendidikan yaitu berkurangnya minat masyarakat terhadap membaca. Hal ini juga terjadi di kalangan anak-anak. Hal ini menjadi salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh Sugeng Haryono.
Pria yang belum lama tinggal di Desa Lebungnala, Ketapang, Lampung Selatan ini sangat suka membaca.
Ketika pertama kali menetap ia tidak bisa menyalurkan hobinya tersebut karena tidak tersedianya bahan bacaan di lingkungannya.
Seharian ia mencari perpustakaan namun tidak kunjung ia temukan.
Kemudian ia bertanya pada salah satu warga dan betapa terkejutnya ia ketika warga tersebut tidak mengetahui apa itu perpustakaan.
Rasa prihatin pun muncul.
Ia membayangkan anak-anak di daerah tersebut tumbuh tanpa membaca buku. Kemudian ia berinisiatif untuk membuat sebuah perpustakaan.
Namun, keinginan ini harus dipendamnya dalam-dalam karena terkendala lahan dan juga buku bacaan.
Ketika melihat seorang sales yang membawa barang-barangnya dengan tas, ide pun menghinggapi kepalanya.
Sugeng berencana untuk membuat sebuah motor pustaka. Motor ini seperti perpustakaan keliling dengan tas berisi buku yang diletakkan di belakang.
Keinginan tersebutia wujudkan sedikit demi sedikit. Pria yang berprofesi sebagai penambal ban ini menyisihkan uang hasil kerjanya untuk membeli sebuah motor.
Tak lama sepeda motor GL Max tahun 1986 pun terbeli dengan harga Rp 500 ribu. Sepeda tua yang sudah kropos dan mesinnya mati tersebut dibenahi oleh Sugeng dengan menggunakan mesin second.
Ketika membeli sepeda motor ia juga membeli buku bekas yang masih layak sebanyak 60 buku. Untuk menambah koleksinya, Sugeng mendatangi 200 rumah di sekitarnya dan mendapatkan tambahan 42 buku.
Dengan koleksinya tersebut setiap sore Sugeng bekeliling 3 desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan dengan Motor Pustaka.
Sambutan baik diperlihatkan oleh anak-anak. Ternyata anak-anak dari 3 desa tersebut memiliki minat yang tinggi terhadap membaca. Usaha yang dilakukan Sugeng tidak lepas dari kendala seperti motornya yang mogok, buku bacaan yang tidak variatif, dan jumlahnya yang sedikit.
Kendala-kendala tersebut tidak menyurutkan niat Sugeng untuk menyebarkan hobi membaca.
Ia yang telah menerima buku donasi dari donatur membuat sebuah perpustakaan di lahan yang disumbangkan oleh warga. Rencananya lahan tersebut akan ia jadikan pusat minat baca dan kursus komputer gratis.
??Jadi bagi yang ingin mendonasikan buku-buku bisa datang langsung atau kirim ke Desa Lebunglana, Ketapang, Lamsel, RT/RW 001/002 atau hubungi 085789777025,? tutup Sugeng.

