Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

McKinsey: Potensi Wellness Market Capai US$1,5 Triliun, Begini Cara Ambil Peluangnya

Oleh: Redaksi Bernas•27 Januari 2022
McKinsey: Potensi Wellness Market Capai US$1,5 Triliun, Begini Cara Ambil Peluangnya
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"McKinsey memperkirakan nilai dari market wellness ini mencapai lebih dari 1,5 triliun dolar AS, dengan pertumbuhan mencapai 5-10% per tahun...."

🗓️ Dipublikasikan pada 27 Januari 2022.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

BERNAS.ID – Pada 2021, perusahaan konsultan McKinsey & Company melakukan survei wellness market. Dalam surveinya, McKinsey menemukan konsumen semakin peduli dengan kebugaran dan kesehatan tubuh.

Bahkan dalam laporannya, McKinsey memperkirakan nilai dari market wellness ini mencapai lebih dari 1,5 triliun dolar AS, dengan pertumbuhan mencapai 5-10% per tahun. Tentu saja hal ini menghadirkan peluang besar bagi perekonomian, di mana masyarakat bersedia mengeluarkan uang untuk kesehatan yang lebih baik.

Apalagi, pandemi Covid-19 selama ini membuat sebagian orang mengerem daya beli mereka. Pada saat yang sama, industri kesehatan semakin ramai konsumen sehingga menciptakan persaingan antarperusahaan.

Baca Juga: Wellness Tourism: 3 Potensi Bentang Alam Indonesia dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Dari 7.500 konsumen dari 6 negara yakni Brasil, China, Jerman, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, sebanyak 79% responden menyebutkan kebugaran adalah hal penting.

Sementara, 42% responden menyatakan kebugaran menjadi prioritas mereka saat ini. 

McKinsey menemukan ada 6 kategori yang diincar konsumen untuk kebugaran dan kesehatan mereka. Berikut selengkapnya:

Meningkatkan Kesehatan

Terkait kebugaran, kesehatan yang lebih baik memang terdengar klise. Namun, masyarakat ternyata semakin memperhatikan kesehatan mereka.

Aplikasi kesehatan untuk berkonsultasi dengan dokter secara online menjadi pilihan konsumen.

Selain itu, konsumen juga cenderung untuk menggunakan perangkat tertentu untuk memantau kesehatan mereka. 

Kualitas Tidur

Mengalami gangguan tidur bisa menjadi masalah besar bagi manusia karena dapat mengurangi produktivitas, bahkan mempengaruhi kesehatan fisik. Pilihan untuk bisa tidur lebih baik merupakan kategori yang relatif baru di kalangan konsumen.

McKinsey menilai hal tersebut disebabkan oleh stres akibat pandemi Covid-19. Setengah dari konsumen yang disurvei menyatakan keinginan mereka untuk menemukan lebih banyak produk dan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan kualitas tidur yang baik.

Kebugaran 

Kebugaran yang lebih baik menjadi tantangan selama setahun terakhir.

Banyak konsumen berupaya untuk mempertahankan tingkat kebugaran, bahkan sebelum pandemi Covid-19.

Namun, wabah tersebut membuat mereka tidak dapat pergi ke gym atau berolahraga seperti sebelumnya. Sebuah penelitian di Inggris menemukan sebagian besar warga kurang berolahraga karena penerapan lockdown.

Meski wabah sedikit mereda, banyak yang pada akhirnya tidak kembali berolahraga. Tapi masyarakat masih tetap ingin memperoleh tubuh yang bugar walau hanya di rumah. 

Nutrisi

Bicara soal kesehatan, tak lepas dari memenuhi kebutuhan nutrisi yang tepat bagi tubuh.

Saat ini, konsumen cenderung menginginkan makanan yang tidak hanya enak, melainkan juga membantu meningkatkan kesehatan.

Lebih dari sepertiga responden yang disurvei McKinsey menyatakan kemungkinan untuk meningkatkan pengeluaran demi mendapatkan makanan yang lebih sehat, termasuk menggunakan aplikasi tentang nutrisi, program diet, dan layanan makanan.

Penampilan

Siapa yang tidak ingin memiliki penampilan yang lebih baik? Tidak hanya melulu soal pakaian, namun penampilan juga memerlukan dukungan produk kecantikan termasuk perawatan kulit atau skin care. Tak hanya itu, memperbaiki penampilan oleh konsumen juga termasuk prosedur estetika non-bedah, seperti laser, oxygen jet, dan microneedling.

Baca Juga: AMWI: Jamu Jadi Produk Unggulan untuk Daya Tarik Wisata Medis 

Fokus yang Lebih Baik

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk melatih fokus lebih baik lagi.

Yang terbaru, konsumen memilih menggunakan aplikasi untuk meditasi dan relaksasi.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 memicu tekanan mental semakin meningkat secara global. Dari negara-negara yang disurvei McKinsey, lebih dari setengah konsumen yang disurvei mengaku mindfulness menjadi prioritas mereka. Ini tentu menjadi peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan layanan.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Wellness Jadi Prioritas

McKinsey juga melihat ada beberapa tren terkait upaya masyarakat untuk meningkatkan kebugaran dan peluang apa yang bisa diambil oleh perusahaan.

Berikut selengkapnya :

Tren 1: Produk alami 

Konsumen menyukai produk dari bahan-bahan alami untuk perawatan kulit, kosmetik, multivitamin, makanan, dan lain-lain. McKinsey menyarankan perusahaan produk kecantikan untuk mempertimbangkan peluang produk berbahan dasar alami atau yang berorientasi pada kesehatan.

Tren 2: Privasi

Meski sebagian konsumen menyebut privasi menjadi perhatian mereka, namun sebagian lagi tidak masalah dengan hal tersebut jika berkaitan dengan produk yang mereka butuhkan.

Misalnya, startup kesehatan bisa menyediakan produk vitamin dan suplemen yang dipersonalisasi berdasarkan informasi yang dikirim konsumen melalui sejumlah pertanyaan. Perusahaan teknologi di bidang kebugaran juga dapat mengumpulkan data fisiologis untuk memberikan masukkan terkait kondisi kesehatan seseorang. 

Tren 3: Digitalisasi

Kunci dalam menangkap wellness market adalah melakukan digitalisasi.

Penelitian McKinsey menunjukkan terjadi perubahan perilaku konsumen yang cenderung lebih banyak menggunakan e-commerce.

Sementara untuk toko offline masih memiliki peluang dalam menjual produk kategori tertentu seperti makanan, multivitamin, dan skin care. Di China, konsumen lebih banyak belanja produk-produk kesehatan secara online. 

Untuk menangkap peluang ini, McKinsey menyarankan agar perusahaan membuat penawaran melalui omnichannel dan digital yang tanpa batas. Selain itu, perusahaan bisa mempertimbangkan pengembangan rantai pasok, pemasaran, dan e-commerce.

Sementara untuk layanan seperti gym dapat disertai dengan aplikasi yang membuat konsumen tetap masuk dalam seluruh ekosistem, termasuk terintegrasi dengan media sosial.

Tren 4: Influencer

Influencer adalah bagian penting dari wellness market.

Di AS, Eropa, dan Jepang, 10%-15% konsumen mengaku mengikut influencer di media sosial dan melakukan pembelian berdasarkan rekomendasi influencer.

Di China dan Brasil, 45%-55% konsumen terdorong oleh influencer untuk membeli sebuah produk. Tren ini berlaku secara konsisten baik dari influencer dengan jumlah pengikut lebih dari 100.000 atau pun yang kurang dari 100.000 pengikut.

Sementara, pengaruh selebriti dalam menentukan keputusan konsumen untuk membeli tampaknya mulai memudar. McKinsey menyaran perlunya perusahaan untuk menggunakan pengaruh influencer dalam mempromosikan produk.

Selain itu, data McKinsey pada 2015 menunjukkan media sosial mempengaruhi 26% pembelian di semua kategori.

Kini, telah terjadi peningkatan sebesar 5% sejak saat itu. Jadi media sosial dan influencer membuat konsumen lebih tertarik untuk membeli sebuah produk.

Tren 5: Layanan

Layanan adalah bagian yang berkembang dari wellness market sejalan dengan semakin banyaknya penawaran yang tersedia. McKinsey melihat adanya tren di berbagai negara yakni konsumen beralih ke layanan yang memenuhi kebutuhan kesehatan fisik dan mental.

Baca Juga: Gandeng Mayo Clinic, Bagaimana Peluang dan Tantangan Rumah Sakit Internasional di Indonesia?

Meski produk tetap menjadi bagian yang penting, layanan kesehatan konsumen seperti pelatih pribadi, ahli gizi, dan layanan konseling masih diminati.

Perusahaan produk kesehatan bisa bermitra dengan layanan penyedia telemedicine dengan aplikasi.

Layanan itu juga termasuk langganan untuk akses tatap muka, kelas virtual, dan sebagainya, yang memungkinkan konsumen tetap terhubung.

Dari surveinya, McKinsey menyimpulkan kesehatan dan kebugaran akan selalu dibutuhkan konsumen di seluruh dunia. Bahkan mereka bersedia meningkatkan pengeluaran untuk kebutuhan kesehatan pribadi, penampilan, kebugaran, dan sebagainya.

Setidaknya, pandemi Covid-19 telah mengajarkan kita satu hal, yakni kesehatan fisik dan mental akan tetap menjadi prioritas bagi jutaan orang di seluruh dunia untuk waktu yang lama.

Lalu, bagaimana kita bisa menangkap peluang dari wellness market yang bernilai ratusan triliun rupiah ini?

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari McKinsey: Potensi Wellness Market Capai US$1,5 Triliun, Begini Cara Ambil Peluangnya?

McKinsey memperkirakan nilai dari market wellness ini mencapai lebih dari 1,5 triliun dolar AS, dengan pertumbuhan mencapai 5-10% per tahun....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Konsultasi Bisnis & Strategi — Gratis

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“McKinsey: Potensi Wellness Market Capai US$1,5 Triliun, Begini Cara Ambil Peluangnya”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.