BANDUNG, HarianBernas.com – Toko buku dan swalayan milik Yaslinur belum setenar Gramedia. Namun usaha dalam mensukseskan usahanya ini patut diacungi jempol. Alumni Fakultas Peternakan IPB ini berhasil menjalankan bisnisnya dengan konsep islami yaitu konsep syariah.
Kisah sukses pria yang lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat tahun 1968 ini tidak semulus yang dibayangkan.
Ketika sedang menempuh kuliah ia dibingungkan oleh berhentinya bantuan dari pamannya sebesar Rp 60 ribu yang ia terima setiap bulan.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Hal tersebut membuat Yaslinur harus memutar otaknya untuk tetap bisa berkuliah. Ia pernah menjadi pemasok beras di toko nasi, penjaga masjid kampus IPB, berjualan buku, hingga berjualan kaos kaki. Semuanya ia lakukan dengan gigih agar ia bisa terus melanjutkan pendidikan.
Sebuah ide muncul di kepalanya untuk mengajukan proposal-proposal.
Proposal ini berisi mengenai idenya untuk membuka toko buku dan pakaian muslin dengan sistem mudharabah atau bagi hasil.
Ada dua pihak dalam sistem ini, pihak pertama sebagai pemilik modal dan pihak kedua sebagai pengelola usaha.
Sebanyak 10 proposal telah ia sebarkan namun ia hanya bisa menerima bantuan sebesar Rp 1 juta. Yaslinur yang membutuhkan Rp 12 juta harus kembali memutar otaknya.
Kemudian ia memutuskan untuk menunjukkan proposal tersebut kepada penerbit buku islami dan pengusaha pakaian muslim. Proposalnya berhasil menarik perhatian pengusaha pakaian.
Mereka bersedia memasok barang kepada Yaslinur.
Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas
Yas semakin mantap dengan rencana bisnisnya dan mengontrak toko dengan modal Rp 1 juta di Jalan Otista Bandung pada tahun 1991.
Toko berukuran 3×4 ini baru ramai pengunjung setelah dibuka selama 14 hari dengan omset perhari hanya Rp 40 ribu.
Toko bernama “Al-Amin” ini lama kelamaan semakin dibanjiri oleh pengunjung hingga mampu memperoleh omset sebesar Rp 400 ribu setiap harinya.
Sambutan masyarakat yang baik membuat Yas membuka cabang di Bandung, Jakarta, dan Bogor.
Kesuksesanya membuat nama Yaslinur banyak dikenal orang.
Banyak yang datang padanya untuk menawarkan modal. Berkat modal tersebut, Yas membangun sebuah toko swalayan dengan harga murah.
Toko ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu untuk bisa mendapatkan barang dengan harga yang murah.
Berkat kegigihan, kerja keras, dan pantang menyerah yang dimiliki Yas ia mampu mencapai tangga kesuksesan.
Kini ia telah memiliki 3 toko buku dan 4 swalayan yang dikelola oleh 120 karyawan.
Kisah sukses Yas perlu dijadikan contoh bagi pelaku bisnis pemula. Kesulitan tak menjadikan Yas takut untuk berbisnis. Hal inilah yang membuatnya memutar otak untuk dapat sukses di dunia bisnis.
Baca Juga: 10 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi di Berbagai Profesi

