Bernas.id – Saat ini semua sekolah sedang melaksanakan minggu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dan untuk sekolah yang berada di zona selain hijau, kegiatan MPLS ini dilakukan secara tatap muka virtual dalam jaringan. Kegiatan yang kebanyakan dilakukan adalah mengenalkan gedung sekolah, menjelaskan program sekolah, membuat games atau permainan-permainan menarik. Namun, ada satu hal yang patut ada dalam program MPLS.
Program tersebut adalah membiasakan tata krama digital kepada murid-murid selama nanti akan melakukan pembelajaran jarak jauh.
Tata krama digital merupakan penggunaan tata krama yang baik selama berkomunikasi dalam platform dalam jaringan.
Platform tersebut dari yang paling sering dipakai yaitu Whatsapp, kemudian di platform lain seperti Facebook, Google Classroom, email, dan media sosial yang lainnya.
Contoh yang paling sederhana adalah menjawab dengan kalimat lengkap tanpa disingkat saat menjawab pertanyaan di Whatsapp. Menganjurkan untuk menghindari penggunaan huruf kapital saat menjawab di percakapan karena akan terlihat seperti sedang marah-marah atau berteriak. Tidak melakukan spam gambar-gambar maupun kalimat-kalimat tanpa makna.
Begitu juga saat masuk ruang pertemuan konferensi virtual.
Membiasakan murid membuka video, menyapa dengan sopan, dan membiasakan menutup mikrofon suara jika tidak sedang berbicara termasuk dalam tata krama digital.
Kemudian, membiasakan murid minta izin untuk bertanya atau ingin menampilkan sesuatu kepada host atau tuan rumah dari pemilik ruang pertemuan virtual.
Mengapa netiket atau tata krama digital ini menjadi penting karena saat kita berkomunikasi melalui perantara platform, maka kita kehilangan komponen bahasa tubuh yang biasa menemani kita jika kita berkomunikasi tatap muka bertemu langsung dengan lawan bicara kita. Namun, yang menjadikan komunikasi kita hidup adalah dominan suara kita saat di konferensi video, dan dominan pilihan kata-kata yang kita pilih saat di percakapan.
Itu sebabnya, untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi karena tidak bisa bertemu langsung, pembiasaan-pembiasaan tata krama digital ini perlu ditanamkan sejak dini.
Bahkan sejak usia sekolah dasar, tata krama digital ini perlu diajarkan dan dibiasakan kepada murid-murid di sekolah.
Sehingga nantinya, saat menjelang dewasa, mereka bisa membawakan diri dengan baik di platform digital.
Sebagai institusi yang juga menyelenggarakan program kuliah dengan daring, Universitas Mahakarya Asia telah merencanakan perkuliahan dengan modul-modul yang bukan hanya menanamkan tata krama digital, melainkan juga etika profesional pendukung.
Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 2 Oktober 2026. Tata krama digital adalah keterampilan hidup yang relevan bagi setiap siswa di era teknologi, terlepas dari tahun ajaran.
Menanamkannya sejak masa pengenalan lingkungan sekolah membantu generasi muda berinteraksi secara sopan, aman, dan bertanggung jawab di ruang maya. Karena itu, pembahasan ini tetap berguna bagi pendidik dan orang tua kapan pun dibaca.

