HarianBernas.com – “Tuhan telah menciptakan takdir untuk kehidupan manusia, dan tugas manusia hanyalah menggerakkan nasibnya menuju kehidupan yang lebih baik. Hasilnya? Serahkan pada Tuhan”
Sepetik kata-kata motivasi di atas merupakan kata-kata yang tiap orang harus meyakininya.
Barang siapa yang ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik, maka ia harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya.
Bahkan dalam keadaan sesulit apapun, peluang keberhasilan akan tetap ada bagi seseorang yang mau berusaha.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Hal itu dibuktikan oleh seorang pemuda biasa yang bernama Wahyudin. Ia yang berasal dari keluarga sangat sederhana apa adanya, harus menjalani kehidupan keras dengan menjadi seorang pemulung untuk mempertahankan hidupnya agar cita-citanya tetap menyala.
Dan kini sebagai hasil usahanya, ia berhasil menggapai cita-cita yakni mendapatkan pendidikan bahkan hingga berkesempatan menempuh S3 doktoral di universitas luar negeri.
Belum lama ini di dunia maya, mulai media online hingga media sosial diramaikan dengan munculnya sosok pria berparas menarik namun memiliki latarbelakang kehidupan yang tak terduga. Pria tampan bernama Wahyudin tersebut ternyata berprofesi sebagai pemulung.
Terlahir sebagai sulung dari 3 bersaudara, Wahyudin sempat hampir patah semangat mengetahui kenyataan bahwa semua saudaranya tidak bisa meneruskan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar. Padahal dalam hati, menempuh pendidikan yang tinggi adalah cita-cita dalam hidupnya.
Dengan motivasi besar ini, dimulailah perjuangan Wahyudin kecil.
Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas
Ketika pekerjaan orang tuanya sebagai buruh tani hanya cukup makan sehari-hari, Wahyudin sadar bahwa jalan satu-satunya untuk mengejar mimpinya adalah dengan berusaha mencari pendapatan sendiri. Saat itu, ketika berusia 10 tahun, ia mulai menjadi pemulung barang bekas untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-harinya.
“Saya putusin jalan ke tetangga untuk mulung. SD kebutuhan makin besar saya tambah mulung dan gembala kambing, udah SMP saya juga jualan gorengan, SMA tambah mulung, gembala kambing, mengajar les disambi on air jadi penyiar, jualan susu murni, dagang asongan di pinggir rel, semua ada 7 profesi di luar sekolah,” ungkap Wahyudin.
Meski susah dan berat, beragam perkejaan tersebut Ia jalani dengan sabar bahkan hingga saat ini.
Dan dari hasil kerja kerasnya, Ia dapat menamatkan pendidikan dasar dan terus melanjutkannya ke jenjang kuliah.
Yang patut dicontoh, selama menjalani beragam pekerjaan berat tersebut Wahyudin berusaha tak mengeluh atau menceritakan kesedihannya pada keluarganya. Ia hanya akan berbagi ketika ia mendapatkan kebahagiaan, ntah berhasil dari kerja kerasnya atau beragam prestasi ketika Ia menempuh pendidikan.
“Kalau kartu bayaran itu engga boleh kasih tahu orang tua, harus taruh di bawah bantal sendiri, bayaran saya harus pusing sendiri, nangis sendiri, laporan ke guru BP izin setiap semester itu sudah biasa waktu kuliah di Uhamka. Tapi kalau saya dapat ranking, juara, terpilih jadi pemuda pelopor kota Bekasi itu saya share saya kasih tau ibu. ‘Saya ranking loh, saya dapat juara bu!,”
Baca juga: Jurusan Ilmu Komunikasi: Info Kuliah, Pekerjaan, dan Universitas
Bagimanapun pendidikan adalah hal yang wajib kita kejar demi masa depan kita.
Dan pendidikan seperti kisah wahyudin ini semoga dapat menjadikan pembakar api semangat yang ada di diri kita.
Semoga menginspirasi!

