SLEMAN, BERNAS.ID- Komnas untuk Rakyat Palestina (KNRP) menutup rapat koordinasi nasional (rakornas) untuk menyikapi Deal of The Century, kesepakatan yang merampas hak rakyat Palestina yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Trump. Kurang lebih 120 peserta rakornas berasal dari 26 provinsi yang akan mengikuti rakornas, mulai tanggal 21-23 Februari 2020.
Suhartono, Sekjen KNRP mengatakan hasil rakornas berwujud komitmen untuk semakin bersinergi dalam rangka membantu rakyat Palestina sebagai amanah konstitusi, yaitu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. “Sinerginya, kita akan solidkan tim kerja ke-Palestina-an. Ketika kita bisa solid, kita bisa mengajak elemen lain dari berbagai lapisan masyarakat, lintas agama, lintas parpol, dan lintas budaya untuk sama-sama memperjuangkan kemanusiaan,” ujarnya seusai penutupan rakornas di sebuah hotel kawasan Jalan Magelang, Minggu 23 Februari 2020.
“Kita ingin membuat gerakan nasional di seluruh wilayah Indonesia.
Di situ ada KNRP, maka bertanggungjawab untuk menyemarakkan gerakan nasional dalam rangka kepedulian untuk Palestina,” imbuhnya.
Suhartono juga menyatakan pihaknya tidak akan bisa kerja sendiri sehingga harus melibatkan kekuatan umat dan dunia internasional. “Mari kita antarumat saling bersinergi bersama-sama. Kita berharap apa yang dilakukan walaupun kecil, bisa menggugah kepedulian masyarakat Indonesia secara keseluruhan, serta pemerintah dan masyarakat dunia,” bebernya.
Ia juga menyatakan hanya dua bangsa yang menolak Deal of Century, yaitu Indonesia dan Tunisia. “Kita tidak ingin ada penjajahan di atas dunia. Satu-satunya bangsa yang masih dijajah di dunia ini adalah Palestina,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua KNRP, Soeripto SH mengatakan hal utama dari Deal of The Century yang merampas hak rakyat Palestina, yakni menjadikan Kota Al-Quds menjadi ibukota Israel dan menghapus hak kembali ke Tanah Air bagi pengungsi Palestina yang di luar. “Sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki kewajiban dalam menjalankan konstitusi yakni menolak segala bentuk Penjajahan karena penjajahan di atas dunia tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan perikeadilan.
Oleh sebab itu Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) terus berkomitmen dan fokus membantu Palestina melalui kerja-kerja charity dan edukasi,” tutupnya. (jat)

