Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Warga Malioboro Kini Bisa Gampang Masuk Saat Ujicoba Semi Pedestrian

Oleh: Redaksi Bernas•12 Januari 2020
Warga Malioboro Kini Bisa Gampang Masuk Saat Ujicoba Semi Pedestrian
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Kartu warga Malioboro dibagikan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 12 Januari 2020.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

YOGYA, BERNAS.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja membagikan 400 Kartu Tanda Masuk kepada Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY), Senin (13/1/2020). Ini guna memudahkan identifikasi penghuni Malioboro untuk memungkinkan mereka masuk saat uji coba semi pedestrian, di mana Malioboro tertutup untuk kendaraan bermotor.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menjelaskan kartu ini merupakan previlige bagi penghuni Malioboro untuk tetap bisa masuk menggunakan kendaraan roda dua, walau dengan cara dimatikan mesinnya dan dituntun.

“Ada petugas tidak harus ditanya mana KTP-nya, ]angan-jangan bohong. Makanya ini salah satu upaya untuk mempermudah akses masuk itu.

Hanya berlaku pada roda dua, kalau sifatnya darurat dari Pemkot nanti yang masuk,” ujarnya.

Kartu ini hanya untuk penghuni yang merupakan pemilik toko atau PPMAY, sebab jika warga yang tinggal tidak di jalan utama, masih isa masuk lewat jalan sirip. Sementara Eenghuni yang berada di toko satu-satunya akses masuk hanya lewat jalan utama.

Kartu ini tidak bernama, sehingga bisa digunakan secara bergantian oleh siapa pun anggota maupun karyawan PPMAY. Masing-masing toko dijatah dua kartu, sehingga dari 200 toko, total Pemkot mengeluarkan 400 kartu, dengan masa berlaku selama satu tahun.

Ketua 2 PPMAY, Lukas Mulyono, mengatakan toko yang berada di sepanjang Malioboro bukan saja sebagai tempat bisnis, melainkan juga tempat tinggal.

Karena itu, kalau jalan ditutup, penghuni akan kesulitan masuk ke rumahnya sendiri.

Ia mengungkapkan selama ini sering terjadi konflik antara penghuni dengan petugas penjaga jalan masuk Malioboro. Sebab kata dia, tidak semua penghuni memiliki KTP beralamat Malioboro atau Ahmad Yani.

“Sementara ada juga yang mengaku penghuni, ternyata bukan. Petugas jadi bingung,” jelasnya. (den)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram